Dokter di RSCM: Mycoplasma Pneumonia, Lebih Ringan Ketimbang COVID-19

Dokter spesialis anak di Rumah Sakit Umum Pusat dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Nastiti Kaswandani, mengungkapkan perbandingan tingkat keparahan mycoplasma pneumonia dengan SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Dalam konferensi pers virtual terkait mycoplasma pneumonia, Nastiti menyatakan bahwa dibandingkan dengan COVID-19, influenza, atau penyebab pneumonia lainnya, keparahan mycoplasma pneumonia jauh lebih rendah.
Kepedulian Terhadap Mycoplasma Pneumonia
Menurut Nastiti, mycoplasma pneumonia bukanlah bakteri baru di dunia medis, berbeda dengan COVID-19 yang dikenal sebagai virus baru sejak 2019. Bakteri ini telah lama dikenal sebagai penyebab pneumonia pada anak-anak sebelum pandemi.
Sebelum masa pandemi, penelitian di China telah mencatat bahwa proporsi mycoplasma pneumonia paling tinggi terjadi pada anak-anak prasekolah dan usia sekolah. Bahkan, pada bayi, proporsi ini mencapai lima persen.
Gejala dan Tingkat Keparahan
Nastiti menjelaskan bahwa gejala mycoplasma pneumonia mirip dengan Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA), dimulai dengan demam dan diikuti oleh batuk yang dapat bertahan selama dua hingga tiga pekan.
Gejala lainnya yang sering menyertai adalah nyeri tenggorokan, bahkan pada dewasa, bisa disertai nyeri dada dan kelelahan.
Meskipun demikian, tingkat mortalitas atau risiko kematian dari mycoplasma pneumonia relatif rendah, berkisar hanya 0,5 hingga 2 persen, dan terjadi pada pasien dengan komorbiditas.
Imbauan dan Perawatan
Meskipun kasus mycoplasma pneumonia terdeteksi di Jakarta, hanya mencapai enam kasus per November 2023, Nastiti menegaskan bahwa gejala ringan dari kondisi ini cenderung sembuh dengan sendirinya.
Baca Juga: Indonesia Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Dugaan Varian Baru Mempercepat Penularan
Mycoplasma pneumonia sering disebut sebagai 'walking pneumonia' karena keadaan klinis pasien yang masih baik, memungkinkan mereka untuk tetap beraktivitas. Hal ini berbeda dengan pneumonia tipikal yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Penanganan dan Kesimpulan
Nastiti menambahkan bahwa sebagian besar kasus mycoplasma pneumonia bisa ditangani dengan perawatan jalan dan pemberian obat melalui minum. Imbauannya kepada masyarakat adalah untuk tidak khawatir berlebihan karena gejala yang umum terjadi pada mycoplasma pneumonia bisa sembuh dengan sendirinya.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap perbedaan kondisi medis, seperti mycoplasma pneumonia, dapat membantu dalam pengenalan gejala serta penanganan yang tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









