Kaltim

Kapal Tanker Terkait China Terabas Blokade AS di Selat Hormuz

Ahmad Munjin | 14 April 2026, 21:19 WIB
Kapal Tanker Terkait China Terabas Blokade AS di Selat Hormuz
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM – Di tengah blokade dari Washington, sebuah kapal tanker yang terkait dengan China yang berada di bawah sanksi Amerika Serikat dilaporkan melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman, menurut laporan Bloomberg pada Selasa (14/4/2026).

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memulai blokade di Selat Hormuz pada Senin malam, sebagai pelaksanaan perintah Presiden AS Donald Trump setelah gagalnya perundingan antara Washington dan Teheran.

Baca Juga: Saudi Desak AS Berunding Lagi dengan Iran dan Cabut Blokade Selat Hormuz

Menurut laporan tersebut, kapal tersebut berhasil melewati selat tersebut setelah upaya kedua. Upaya pertama dihentikan ketika blokade AS mulai berlaku pada Senin, sehingga kapal terpaksa berbalik arah. Namun, beberapa jam kemudian kapal tersebut kembali mencoba melintas.

Kapal tanker Rich Starry, yang sebelumnya bernama Full Star, dilaporkan dikenai sanksi oleh AS pada tahun 2023 karena membantu Iran menghindari pembatasan energi.

Baca Juga: Inggris Tak Latah Ikut Blokade AS di Selat Hormuz

Kapal tanker lain, Elpis, juga dilaporkan sedang menuju Teluk Oman selama blokade berlangsung. Tahun lalu, AS menjatuhkan sanksi terhadap kapal tersebut dengan nama sebelumnya, Chamtang, karena hubungannya dengan perdagangan minyak Iran.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi terkait Iran tersebut menyebabkan blokade de facto di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global. Situasi itu juga berdampak pada tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Selat Hormuz belum dibuka kembali meskipun gencatan senjata selama dua minggu telah diumumkan oleh Trump pekan lalu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A