Kaltim

Bebaskan Selat Hormuz, CENTCOM Lanjut Serang Iran

Ahmad Munjin | 16 Maret 2026, 23:01 WIB
Bebaskan Selat Hormuz, CENTCOM Lanjut Serang Iran
Arsip foto - IRGC menyita kapal tanker minyak Inggris "Stena Impero" Jumat lalu di Selat Hormuz. ANTARA/Morteza Akhoundi/ISNA/Handout via Xinhua

AKURAT KALTIM - Amerika Serikat bakal melanjutkan serangan dalam operasi militer untuk menghilangkan ancaman Iran terhadap kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

"Kami akan dengan cepat terus mengurangi kemampuan Iran untuk mengancam kebebasan navigasi di dalam dan sekitar Selat Hormuz. Upaya kami tetap stabil dan kami tetap waspada terhadap musuh," kata Kepala Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper, Senin (16/3/2026) dalam pesan video yang diunggah di X seperti dikutip ANTARA dari Sputnik.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Baca Juga: Jepang Tolak Permintaan Trump Kirim Kapal ke Selat Hormuz

Iran pun membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah.

Eskalasi konflik di sekitar Iran telah menyebabkan penghentian lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang berpengaruh terhadap ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mengatakan dalam pidato pertamanya pada Kamis (12/3) bahwa Selat Hormuz harus tetap tertutup. Penutupan itu sebagai bentuk alat tawar-menawar dalam konflik dengan Amerika dan Israel.

Baca Juga: Iran Buka Selat Hormuz untuk RI dan Negara-Negara Patuh Protokol

Duta Besar Iran untuk Moskow Kazem Jalali, kepada RIA Novosti, mengatakan Selat Hormuz harus aman bagi semua orang atau tidak sama sekali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A