Kaltim

Inggris Tak Latah Ikut Blokade AS di Selat Hormuz

Ahmad Munjin | 13 April 2026, 12:15 WIB
Inggris Tak Latah Ikut Blokade AS di Selat Hormuz
Arsip - Sebuah kapal yang akan melewati Selat Hormuz terlihat di Oman, Rabu (8/4/2026). ANTARA/Anadolu/Shady Alassar

AKURAT KALTIM - Setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan memblokade Selat Hormuz, Inggris menegaskan tidak akan berpartisipasi dalam blokade terhadap jalur pelayaran tersebut, menurut laporan media lokal.

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan, Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya Selat Hormuz, jalur yang penting bagi ekonomi global dan biaya hidup domestik.

Baca Juga: Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Belum Ajukan Klaim Asuransi

"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Sky News.

Namun, alih-alih mendukung AS untuk memblokade Selat Hormuz, Inggris justru tengah bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lain untuk membangun koalisi guna menjaga kebebasan navigasi.

Trump sebelumnya mengatakan Inggris akan mengirim kapal penyapu ranjau untuk membantu membersihkan selat tersebut.

Baca Juga: Hanya 12 Kapal Lewat Selat Hormuz per Hari dengan Biaya Rp34 Miliar

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A