Meningkatkan Kapasitas Petugas: Antisipasi Bencana dengan Manajemen Dapur Umum

Dalam rangka mengantisipasi meningkatnya risiko bencana alam di Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas Manajemen Dapur Umum. Acara ini dilaksanakan di Hotel Gran Senyiur, Samarinda, mulai dari tanggal 28 hingga 30 April 2024, dan diikuti oleh 40 peserta dari Petugas Dinas Sosial Provinsi, Tim SAR Gabungan (TAGANA) Kabupaten/Kota, dan Kwartir Daerah Kaltim.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting mengingat kondisi geografis Indonesia yang rentan terhadap bencana alam. Dengan wilayahnya yang terdiri dari banyak pulau dan lempeng tektonik yang aktif, upaya peningkatan kapasitas petugas dalam manajemen dapur umum menjadi langkah antisipasi yang strategis.
Peningkatan kapasitas petugas dalam manajemen dapur umum bukanlah semata-mata soal teknis memasak dan mendistribusikan makanan, namun juga melibatkan aspek-aspek penting lainnya. Hal ini termasuk pengelolaan logistik, pengaturan personel, serta pengendalian dan pengorganisasian secara efektif dalam situasi darurat.
Akhmad Rasyidi, Kepala Bidang Linjamsos, menegaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menghadapi bencana, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana. Dengan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petugas, diharapkan proses penanganan bencana, baik sosial maupun alam, dapat berjalan lebih efisien dan efektif.
Dalam laporannya, Rasyidi menekankan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan tentang Manajemen Dapur Umum, serta memahami pedoman pendirian Dapur Umum Lapangan. Semangat, kemampuan, dan keterampilan petugas, khususnya anggota TAGANA, menjadi fokus dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Selain meningkatkan kapasitas petugas, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi instansi terkait, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk saling mendukung dalam upaya penanganan bencana. Diharapkan, dengan sinergi yang kuat antarinstansi, penanganan bencana dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana, sehingga korban dapat mendapatkan perlindungan dan pemenuhan hak-haknya dengan lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









