Penyebaran Dokumen Reshuffle Kabinet Ke-7 Jokowi Terbukti Hoaks, Istana: "Masyarakat Diimbau Waspadai Hoaks

Istana Presiden mengonfirmasi bahwa dokumen yang beredar terkait rencana perombakan kabinet ke-7 Kabinet Indonesia Maju (KIM) adalah hoaks atau kabar bohong. Dokumen tersebut memuat informasi palsu yang menyebutkan 13 anggota kabinet, termasuk menteri dari PDIP dan Kepala BIN Budi Gunawan, akan diganti.
Koordinator Stafsus Presiden, Ari Dwipayana, menegaskan bahwa dokumen tersebut tidak benar dan berisi informasi yang salah. "Saat ini beredar sebuah dokumen reshuffle ke-7 Kabinet Indonesia Maju yang telah diusulkan dan disetujui Presiden. Dapat dipastikan dokumen tersebut hoaks, mengandung informasi yang tidak benar/bohong," kata Ari Dwipayana, di Jakarta, Rabu (22/11/2023).
Dokumen tersebut disebut-sebut berasal dari surat dengan kop Kementerian Sekretariat Negara yang menyingkap 13 nama anggota kabinet yang akan diganti. Surat tersebut diduga diteken oleh Mensesneg Pratikno.
Baca Juga: Penetapan UMP Kaltim 2024: Keseimbangan Kesejahteraan Pekerja dan Kewaspadaan Terhadap Ketimpangan
Di antara nama-nama yang disebutkan untuk diganti adalah Setkab Pramono Anung, Menkumham Yasonna Laoly, Mensos Tri Rismaharini, serta Kepala BIN Budi Gunawan. Penggantinya disebut antara lain Yandri Susanto, Yasonna Laoly, dan eks KSAD Dudung Abdurachman.
Menko Polhukam Mahfud MD juga disebutkan akan digantikan oleh eks KSAD Dudung Abdurachman. Namun, istana menegaskan bahwa pagi tadi Presiden Jokowi telah melantik Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sebelum bertolak ke Papua.
"Mengingat banyaknya hoaks dan kabar bohong yang beredar belakangan ini, kami menghimbau agar publik melakukan check and recheck dan tidak mudah percaya pada informasi dan berita-berita yang tidak berasal dari sumber yang resmi dan kredibel," tutur Ari Dwipayana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









