Diam-Diam Melesat! Deretan Infrastruktur IKN yang Sudah Rampung dan Siap Huni, Gibran Hingga Rudy Mas'ud Beri Apresiasi

Meskipun gaung pemberitaannya tak seintens sebelumnya, pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus melaju dengan progres signifikan. Diam-diam, sejumlah infrastruktur strategis di pusat pemerintahan masa depan Indonesia telah rampung atau hampir selesai dibangun. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan visi besar Indonesia Emas 2045 lewat pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur.
Kompleks Kemenko 3: Rampung 100 Persen, Siap Tampung Ribuan ASN
Salah satu proyek yang sudah selesai 100 persen adalah Kompleks Kementerian Koordinator (Kemenko) 3. Pembangunan senilai Rp 902,6 miliar ini kini memasuki tahap pemeliharaan. Kompleks Kemenko 3 dirancang megah dengan empat tower utama, Multifunction Hall, dan Jembatan 2nd Walkway sepanjang 254 meter yang menghubungkan area-area vital di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
Kompleks ini juga dilengkapi fasilitas parkir untuk 120 mobil dan 120 sepeda, mencerminkan komitmen IKN sebagai kota ramah lingkungan. Nantinya, gedung ini akan menjadi rumah bagi 1.375 Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kompleks Kemenko 3 merupakan bagian penting dari ekosistem pemerintahan IKN. Meski awalnya dirancang untuk empat kemenko, ke depan akan disesuaikan untuk tujuh,” jelas Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Baca Juga: Wagub Kaltim Seno Aji Buka Kuliah Umum Bersama Fadli Zon di UMKT: Bahas Kearifan Lokal dan Hukum Adat dalam Era Modern
Gibran Tidur di Rusun ASN, Infrastruktur Lainnya Segera Menyusul Rampung
Tak hanya Kemenko 3, sejumlah infrastruktur lainnya pun menunjukkan progres yang sangat menggembirakan:
-
Rusun ASN 1: Progres mencapai 97,09 persen, dan bahkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bermalam di sana saat kunjungan ke IKN pada 28 Mei 2025.
-
RS Abdi Waluyo: Progres mencapai 75,6 persen, dan siap bersanding dengan RS Hermina, yang telah lebih dulu beroperasi penuh sebagai rumah sakit pertama di IKN.
-
Jalan Tol Segmen 5B: Progres fisik sudah 70 persen, ditargetkan rampung pertengahan 2026. Tol ini menjadi akses vital yang akan memangkas waktu tempuh dari Bandara Sepinggan ke IKN menjadi hanya 50 menit.
Simbol Toleransi: Masjid Negara dan Gereja Basilika Dibangun Bersamaan
Pembangunan infrastruktur IKN tidak melulu soal pemerintahan, tetapi juga simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama. Dua tempat ibadah utama sedang dikebut:
-
Masjid Negara: Progres mencapai 60 persen.
-
Gereja Basilika: Baru mencapai 4,63 persen, tetapi menjadi bagian penting dari pesan toleransi dalam desain kota Nusantara.
Baca Juga: Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Bunda Harum Berangkat Haji, Mohon Doa Restu dari Masyarakat Kaltim
Istana Wapres Dikebut, Dilengkapi Kaca Anti Peluru
Infrastruktur strategis lainnya adalah Istana Wakil Presiden. Progres pembangunannya mencapai 42,67 persen, termasuk area kantor, rumah dinas, pendopo, masjid, dan fasilitas pendukung. Kaca anti peluru yang digunakan saat ini baru mencapai 22 persen, namun Basuki optimistis gedung ini akan selesai Desember 2025.
“Secara struktur sudah selesai, tinggal penyempurnaan saja. Pak Gibran mengingatkan agar tidak ada keterlambatan, dan kualitas tetap dijaga,” ungkap Basuki.
IKN: Membangun Bukan Hanya Kota, Tapi Peradaban Baru
Basuki juga menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pembangunan peradaban dan ekosistem kehidupan modern yang tetap berakar pada nilai budaya bangsa.
“Kami tidak hanya membangun kantor, rumah, dan jalan. Tapi kami membangun kota yang hidup, inklusif, dan berbudaya,” ujarnya.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, yang turut memantau progres pembangunan, menyampaikan rasa bangga dan optimisme tinggi terhadap perkembangan IKN.
“Mantap sekali view-nya, indah sekali. Tidak ada kendala berarti. Semua cukup, semua aman,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud penuh semangat.
Gibran: IKN Harus Jadi Pondasi Tata Kelola Pemerintahan Baru
Dalam kesempatan kunjungannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi tinggi atas progres pembangunan. Namun, ia juga menekankan bahwa kesiapan infrastruktur merupakan syarat mutlak untuk memindahkan aktivitas pemerintahan secara bertahap.
“Pemerintah menargetkan seluruh prasarana inti dan pendukung rampung secara bertahap demi mendukung pemindahan aktivitas pemerintahan ke IKN,” tegas Gibran.
IKN, Masa Depan Indonesia yang Sudah di Depan Mata
Dengan berbagai proyek strategis yang hampir rampung, Ibu Kota Nusantara tak lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang terus diwujudkan setiap harinya. Meskipun media tak selalu menyorotnya, pembangunan IKN telah menunjukkan arah jelas menuju pusat pemerintahan berkelas dunia yang modern, berkelanjutan, dan mencerminkan semangat persatuan Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









