Kaltim

Waspada Musim Peralihan! Dinkes Balikpapan Ingatkan Ancaman Flu hingga DBD Akibat Cuaca Ekstrem

Ragil Anggriani | 1 Juni 2025, 14:04 WIB
Waspada Musim Peralihan! Dinkes Balikpapan Ingatkan Ancaman Flu hingga DBD Akibat Cuaca Ekstrem

Memasuki masa peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengingatkan seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang kerap muncul di musim transisi. Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menegaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem yang tidak menentu bisa berdampak langsung pada daya tahan tubuh manusia.

“Cuaca yang berubah-ubah dari hujan deras ke panas ekstrem membuat tubuh kita harus cepat beradaptasi. Jika tidak menjaga imunitas dengan baik, maka tubuh akan lebih rentan terserang penyakit,” ujar Alwiati dalam keterangannya pada Minggu, 1 Juni 2025.

Cuaca Ekstrem, Imunitas Menurun

Menurutnya, perubahan suhu yang drastis membutuhkan kesiapan fisik. Salah satu dampak yang paling nyata adalah penurunan imunitas tubuh. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kasus penyakit seperti influenza, demam, batuk, dan bahkan demam berdarah dengue (DBD) yang berpotensi merebak jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Makanya penting menjaga pola makan sehat, istirahat cukup, konsumsi air putih yang banyak, serta menambah asupan multivitamin. Semua itu mendukung tubuh kita agar tetap bugar meski cuaca tidak menentu,” tambahnya.

Baca Juga: Kunci Masa Depan Digital Marketing untuk Pengalaman Pelanggan yang Revolusioner

4M Plus: Strategi Jitu Cegah DBD di Musim Transisi

Kepala DKK Balikpapan itu juga mengingatkan warga agar tidak melupakan potensi penyebaran DBD. Menurutnya, nyamuk Aedes aegypti justru berkembang lebih pesat di masa-masa seperti ini.

“Lakukan 4M Plus secara rutin, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mengubur barang bekas yang bisa menampung air, dan memantau potensi genangan air di lingkungan sekitar. Ini sangat penting untuk memutus mata rantai nyamuk penyebab DBD,” tegas Alwi.

Gunakan Masker dan Hindari Kontak Saat Sakit

Selain menjaga lingkungan, DKK Balikpapan juga menganjurkan masyarakat untuk tetap menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Ia juga mengimbau agar warga yang sedang mengalami gejala flu dan batuk agar mengisolasi diri sementara waktu guna mencegah penyebaran virus kepada orang lain.

“Flu memang sering dianggap penyakit ringan. Namun dalam konteks penularan, flu bisa menyebar sangat cepat. Jadi, jika sudah mengalami gejala, lebih baik istirahat di rumah dulu,” tandasnya.

Cuaca Ekstrem Kaltim Diprediksi Hingga September

Menurut catatan dari BMKG, wilayah Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan, tengah memasuki fase transisi dari musim penghujan menuju kemarau. Masa peralihan ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Juni 2025, dengan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September.

Namun, intensitas hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah akibat dampak dinamika atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan secara masif.

“Karakter cuaca seperti ini memang umum di masa peralihan. Tapi justru karena ketidakteraturan itulah tubuh kita seringkali tidak siap, sehingga mudah terserang penyakit,” jelas Alwiati.

Lindungi Keluarga dari Penyakit Musim Peralihan

Pemerintah Kota Balikpapan melalui DKK terus mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan selama masa peralihan musim. Langkah preventif menjadi kunci untuk menghindari lonjakan penyakit musiman yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Kesimpulan: Jaga Diri, Jaga Keluarga

Masa transisi bukan hanya ujian bagi tubuh, tapi juga tanggung jawab bagi seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan. Perubahan kecil seperti tidur cukup, makan bergizi, menjaga kebersihan, dan melindungi diri dari paparan cuaca ekstrem bisa membuat perbedaan besar dalam menjaga kualitas hidup.

Dengan menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mengikuti arahan dari pemerintah, warga Balikpapan bisa tetap sehat dan produktif meski menghadapi cuaca yang tak menentu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.