Kaltim

Harapan Baru untuk Kepemimpinan Daerah yang Lebih Responsif

Ragil Anggriani | 27 Mei 2025, 18:24 WIB
Harapan Baru untuk Kepemimpinan Daerah yang Lebih Responsif

Balikpapan, 27 Mei 2025 – Suara kekecewaan terhadap arah kepemimpinan daerah di Balikpapan mulai menggema dari berbagai lapisan masyarakat. Di tengah derasnya pembangunan menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, warga merasa belum sepenuhnya merasakan pemerataan manfaat dan perhatian dari pemerintah kota. Aspirasi warga pun mengalir deras melalui media sosial, forum komunitas, hingga diskusi kampung yang menyuarakan satu harapan: kepemimpinan yang lebih hadir dan mendengar.

Ketimpangan Layanan dan Aspirasi Warga Pinggiran

Di beberapa wilayah pinggiran kota seperti Kariangau, Lamaru, hingga Sepinggan, warga mengeluhkan keterbatasan akses terhadap layanan publik, seperti air bersih, jalan lingkungan, dan fasilitas kesehatan. Ketimpangan antara pusat kota dan daerah pinggiran dinilai semakin nyata di tengah gencarnya proyek pembangunan.

“Kami seperti warga kelas dua. Pembangunan jalan besar ada, tapi jalan lingkungan kami masih rusak bertahun-tahun,” ujar Hendra, warga Manggar Baru, dalam forum diskusi warga yang viral di media sosial.

Minimnya Dialog Langsung dengan Warga

Beberapa tokoh masyarakat menyoroti kurangnya agenda pemimpin daerah turun langsung ke lapangan untuk berdialog terbuka dengan warga. Hal ini menciptakan kesan bahwa kebijakan seringkali tidak berbasis aspirasi riil masyarakat.

“Pemerintah daerah perlu hadir, bukan hanya di media, tapi langsung mendengar di tengah rakyat. Bukan hanya seremonial,” kata Fitriani, aktivis perempuan Balikpapan Timur.

Proyek-Proyek Besar, Tapi Manfaat Tak Merata

Meskipun Balikpapan dikenal sebagai kota penyangga utama IKN, beberapa proyek besar seperti jalan tol, relokasi pemukiman, dan pengembangan pelabuhan dinilai belum memberikan dampak langsung pada kehidupan warga kecil. Beberapa pelaku UMKM bahkan menyebut penggusuran tanpa solusi sebagai titik puncak kekecewaan mereka.

“Kami tak anti pembangunan, tapi jangan lupakan kami yang kehilangan tempat usaha demi proyek yang tidak kami nikmati langsung,” tutur Sumarni, pedagang kaki lima di daerah Kampung Baru.

Seruan untuk Perubahan Gaya Kepemimpinan

Tagar seperti #BalikpapanButuhPemimpinHadir dan #DengarkanKamiWarga mulai muncul di X (dulu Twitter) dan TikTok, disertai unggahan warga yang menampilkan kondisi infrastruktur rusak, banjir tahunan, dan pelayanan publik yang stagnan.

Para pengamat kebijakan menyarankan agar pemerintah kota mulai membuka kanal partisipasi publik secara berkala, seperti townhall meeting, forum warga digital, dan sesi dengar pendapat di lingkungan RT dan RW.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.