Kaltim

Tol Balikpapan-Samarinda berkonsep “forest city” menjadi wajah infrastruktur IKN.

Ragil Anggriani | 22 September 2023, 15:51 WIB
Tol Balikpapan-Samarinda berkonsep “forest city” menjadi wajah infrastruktur IKN.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Tim Penilai Jalan Tol Berkelanjutan mengungkap Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sebagai wajah Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) pulau tersebut.

“Jalan Tol Balikpapan-Samarinda ibarat wajah infrastruktur jalan IKN Nusantara yang mengusung konsep Pine Forest City,” kata Kelompok Penilai Jalan Tol Berkelanjutan Johny P Kusumo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Untuk itu, imbuh Johny, tim pengkajian jalan tol berkelanjutan menekankan perlunya penguatan aspek ekologi di sepanjang jalan tol dan tempat istirahat.

Baca Juga: Pembangunan Istana Kepresidenan dan infrastruktur dasar IKN berjalan dengan baik, ungkap Presiden Jokowi

Selain estetika, pepohonan juga penting untuk menghindari silau di malam hari dan yang lebih penting lagi dapat mengurangi emisi karbon yang dikeluarkan oleh kendaraan. “Saat ini begitu kita keluar dari bandara, kita akan menuju IKN Nusantara melalui tol Balikpapan-Samarinda, sehingga bisa dikatakan tol ini adalah wajah ibu kota nusantara. Johnny mengatakan, dengan konsep yang diusung IKN, kami mengedepankan ketertiban, kebersihan, keindahan, penghijauan, menjaga jalan tol yang kering, “sekaligus mengikutsertakan pepohonan di rest area rest”.

Jalan tol dan tempat istirahat merupakan satu kesatuan pelayanan yang memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol. Evaluasi berkelanjutan terhadap jalan tol mempunyai tiga aspek, yaitu fungsi pokok jalan tol, fungsi penunjang di rest area, dan fungsi pelengkap di rest area.

Baca Juga: Terdapat 5 Drama Korea yang menceritakan kisah percintaan selebriti.

Fungsi utama jalan tol meliputi aspek mobilitas, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol. Fungsi pendukung jalan tol berupa peraturan pelaksanaan terkait tempat istirahat dan pelayanan di jalan tol yang mengacu pada indikator pemenuhan standar pelayanan minimum (MPS) untuk tempat istirahat, seperti ketersediaan toilet, tempat parkir, POM bensin. , tempat makan, musala, dll.

Sementara itu, muncul fungsi tambahan rest area berupa indikator-indikator di luar SPM yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan rest area, seperti kebersihan rest area, pengelolaan sampah, Branding perekonomian lokal melalui UMKM, bermitra dengan masyarakat setempat. pemerintah. dan masyarakat, reboisasi.

Kementerian PUPR melakukan penilaian terhadap kualitas pelayanan jalan tol dan tempat istirahat pada ruas tol Balikpapan-Samarinda di provinsi Kalimantan Timur.

Penilaian keberlanjutan jalan tol dilakukan setiap tahun oleh Kementerian PUPR untuk mendorong konversi, inovasi dan modernisasi jalan tol, termasuk jalan tol Balikpapan-Samarinda yang merupakan bagian dari jaringan jalan tol menuju ke kawasan IKN Nusantara.

Baca Juga: Pasokan gas aman hingga 17 tahun ke depan.

Sebelumnya, Sekretaris PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan peningkatan kualitas pelayanan jalan tol akan berdampak pada kenyamanan dan keselamatan peserta jalan tol. Basuki meyakini, lingkungan jalan tol yang lebih baik akan memberikan kontribusi terhadap kenyamanan dan keselamatan berkendara di jalan tol, terutama tidak hanya di jalan raya tetapi juga di tempat istirahat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.