Kaltim

Mengenal Ritual Belian Suku Dayak Tunjung: Pengobatan Spiritual yang Memelihara Kearifan Leluhur

Ragil Anggriani | 9 Desember 2023, 07:30 WIB
Mengenal Ritual Belian Suku Dayak Tunjung: Pengobatan Spiritual yang Memelihara Kearifan Leluhur

Tradisi kesukuan Suku Dayak Tunjung di Kalimantan Timur telah membawa warisan berharga dalam ritual pengobatan yang dikenal sebagai Belian. Ritual ini, turun-temurun diwariskan dari para leluhur, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Dalam prosesi ini, unsur spiritual magis turut digunakan untuk menyembuhkan penyakit, dipegang oleh para pemelian yang memiliki peran seperti seorang dokter, namun dalam konteks tradisional.

Pemelian seperti Pak Jino, yang telah menjalani perjalanan spiritual selama 40 tahun, menguasai mantra dan ramuan yang menjadi bagian integral dari proses pengobatan. Masyarakat Dayak Tunjung, terutama yang tinggal di daerah terpencil, memandang pemelian sebagai alternatif utama ketika pengobatan medis modern belum memberikan kesembuhan.

Ritual Belian bukan sekadar pengobatan, tetapi juga sebuah ikatan sosial yang memperkuat nilai-nilai kebersamaan di antara masyarakat. Meskipun telah menganut agama samawi, kepercayaan pada adat dan leluhur masih dijunjung tinggi.

Contohnya, ketika keluarga Calu di Kampung Bohoq meminta bantuan Pak Jino untuk menyembuhkan istri mereka, Rukiyat. Prosesi dimulai dengan persiapan bersama keluarga, yang secara sukarela membantu dalam segala aspek upacara. Pembuatan sesajian, persiapan makanan tradisional, hingga perlengkapan ritual dilakukan dengan penuh kebersamaan.

Upacara Belian berlangsung hingga delapan hari, di mana pemelian dan pengikutnya melakukan berbagai ritual. Mereka membaca doa, mantra, dan menari selama delapan hari berturut-turut. Setiap tahapan memiliki simbolik dan makna mendalam, termasuk pengorbanan hewan ternak sebagai ucapan terima kasih kepada dewa dan leluhur yang hadir.

Prosesi puncak terjadi pada malam terakhir, di mana pemelian berkomunikasi dengan roh leluhur melalui seorang yang kesurupan. Pada saat ini, para pemelian memberikan petuah dan komunikasi batin kepada pasien melalui roh leluhur yang hadir. Pengorbanan hewan ternak sebagai imbalan juga dilakukan sebagai ungkapan terima kasih.

Ritual terakhir adalah penyucian dan pengobatan dengan menggunakan air suci melalui daun palem dan tangkai pinang, dipercayai sebagai mandau suci yang dimiliki dewa untuk menyembuhkan penyakit.

Meski berbeda dengan pengobatan modern, Belian lebih fokus pada sentuhan spiritual dan mental pasien. Keyakinan kuat akan kesembuhan, kebersamaan, dan hadirnya para dewa dan leluhur memberikan kekuatan psikologis yang besar bagi penderita dan keluarganya.

Ritual Belian suku Dayak Tunjung adalah bagian penting dari warisan budaya yang tak hanya melestarikan kearifan leluhur, tetapi juga menguatkan jalinan kebersamaan dalam masyarakatnya.

 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.