Kaltim

Membongkar Misteri Ilmu Tanpa Melukai Lawan dari Jarak Jauh di Tanah Kalimantan

Ragil Anggriani | 10 November 2023, 18:44 WIB
Membongkar Misteri Ilmu Tanpa Melukai Lawan dari Jarak Jauh di Tanah Kalimantan

Tanah Kalimantan memiliki sejuta kisah mistis yang masih terjaga keasliannya sampai sekarang. Salah satu kisah yang cukup terkenal adalah cerita mengenai Parang Maya, yang dikenal sebagai ilmu tanpa melukai lawan dari jarak jauh. Ilmu ini mirip dengan santet, tetapi dengan metode yang berbeda. Achmad Benbela, seorang penulis sukses yang sebelumnya telah menulis cerita tentang Kuyang, kini mengangkat kisah misterius Parang Maya ini melalui sebuah buku yang diterbitkan oleh Gagasmedia, dan sudah dirilis sejak pertengahan Desember 2022.

Pada kesempatan ini, kita akan memasuki dunia misteri Parang Maya dan mengungkap kisah di balik ilmu ini, serta proses kreatif yang melibatkan Achmad Benbela dalam mengangkat kisah ini dalam bentuk novel.

Parang Maya: Ilmu Tanpa Melukai Lawan

Parang Maya adalah ilmu yang digunakan untuk menyakiti orang lain tanpa perlu melakukan kontak fisik. Ilmu ini memiliki kemiripan dengan santet dalam budaya Jawa, tetapi memiliki karakteristik yang unik. Kata 'parang' dalam Parang Maya berarti senjata tajam, sedangkan 'maya' berarti sesuatu yang tidak terlihat. Ilmu ini digunakan dengan tujuan untuk menyakiti orang lain, dan cedera yang dihasilkan seringkali tidak terlihat secara fisik, seperti tebasan pisau yang terjadi di dalam tubuh.

Baca Juga: Jumlah Titik Panas di Kalimantan Timur Terus Menurun, BMKG: Dampak Curah Hujan dan Kesadaran Warga

"Aslinya, Parang Maya menggunakan media parang yang dibakar, lalu diberikan mantra tertentu. Hasilnya adalah kemampuan parang tersebut untuk terbang, menghilang, dan menyakiti korbannya. Jenis Parang Maya bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang sangat berat," jelas Achmad Benbela.

Misteri seputar Parang Maya sering kali berkaitan dengan kejadian-kejadian mistis, dan cerita-cerita ini seringkali beredar di daerah-daerah Kalimantan, khususnya di daerah Barito.

Achmad Benbela, dalam usahanya untuk mengangkat kisah-kisah mistis ini, mendapatkan inspirasi dari beberapa narasumber yang berbagi pengalaman mereka. Ada cerita tentang orang yang sakit dan meninggal karena konflik dengan orang lain, yang kemudian terungkap bahwa mereka menjadi korban Parang Maya. Selain itu, ada pula cerita tentang orang yang sakit dan baru sembuh setelah menjalani proses penyembuhan yang melibatkan hal-hal gaib dan misterius, seperti keluarnya potongan kayu dari tubuh mereka.

Proses Penulisan "Parang Maya"

Achmad Benbela mulai menulis cerita "Parang Maya" pada Maret 2022 setelah melakukan berbagai riset dan pengumpulan informasi mengenai ilmu ini. Ia mendapatkan cerita dari beberapa narasumber yang pernah mengalami pengalaman terkait Parang Maya. Cerita-cerita ini kemudian diolah menjadi satu kisah yang utuh dalam bentuk novel.

Baca Juga: Ketua BEM UI Mengaku Mendapat Ancaman, Tetap Berpegang pada Pemikiran Kritis

Novel "Parang Maya" berkisah tentang seorang transmigran Jawa bernama Kusno yang jatuh cinta kepada anak kepala sekolah yang memiliki kemampuan menyembuhkan orang lain. Namun, satu kejadian tak terduga mengubah hidup Kusno ketika ia terkena Parang Maya. Cerita ini membawa kita ke dalam dunia misteri Kalimantan dan mengungkap sisi lain dari budaya dan kepercayaan yang ada di sana.

Mengungkap Misteri di Balik Parang Maya

Parang Maya adalah salah satu kisah misteri yang masih terjaga keasliannya di Tanah Kalimantan. Ilmu tanpa melukai lawan dari jarak jauh ini menciptakan aura misteri yang mendalam di kalangan masyarakat setempat. Banyak yang percaya pada kekuatan Parang Maya, dan kisah-kisah terkait ilmu ini menjadi bagian dari warisan budaya dan kepercayaan di Kalimantan.

Meskipun begitu, Parang Maya juga memunculkan pertanyaan etis tentang penggunaan ilmu ini. Bagaimana seorang individu dapat menggunakan kekuatan ini, dan apa konsekuensi dari tindakan semacam itu? Kisah Achmad Benbela mengangkat isu-isu ini dalam cerita "Parang Maya."

Menggali lebih dalam ke dalam budaya dan kepercayaan masyarakat lokal, seperti yang dilakukan Achmad Benbela, membantu memahami keragaman budaya Indonesia yang begitu kaya. Selain itu, novel ini juga merupakan penghormatan kepada kepercayaan dan tradisi yang masih sangat relevan di Kalimantan hingga hari ini.

Baca Juga: Jakarta International Stadium: Karya Anak Bangsa yang Mendapat Pujian Internasional

Mengenai Parang Maya, satu hal yang pasti adalah bahwa misteri ini masih terus memikat dan mengundang rasa ingin tahu banyak orang. Cerita-cerita seperti ini adalah bagian dari pesona budaya Indonesia yang beragam dan memikat.

Sebagai penutup, Parang Maya mengungkapkan kepada kita bahwa meskipun misteri dan kepercayaan ini mungkin tampak aneh atau menakutkan bagi beberapa orang, mereka adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia. Menggali lebih dalam ke dalam cerita-cerita seperti Parang Maya membantu kita untuk lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang luar biasa ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.