Pada pernyataannya, Rusdiansyah menegaskan bahwa capaian ini melebihi harapan yang awalnya ditetapkan. Dengan target 70 emas, Kaltim berhasil meraih 12 medali emas di luar prediksi. Capaian ini memposisikan Kaltim sebagai daerah terbaik di luar Pulau Jawa dalam ajang BK PON.
Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara pembukaan pelatihan bagi para pelatih semua cabang olahraga yang diselenggarakan dalam "Coaching Clinic". Acara ini bertujuan sebagai evaluasi pasca tes fisik yang menunjukkan bahwa 35% dari kualitas fisik atlet Kaltim masih di bawah target yang diharapkan.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Takluk 1-3 dari Maroko dalam Laga Penentuan Grup A Piala Dunia
Rusdiansyah berharap bahwa hasil ini akan menjadi titik evaluasi bersama, memfokuskan perhatian lebih pada pelatihan fisik para atlet. Coaching Clinic tersebut melibatkan pelatih dari berbagai cabang olahraga yang tergabung dalam KONI Kaltim.
Acara pelatihan tersebut juga menghadirkan pemateri yang berkompeten di bidangnya, seperti Dikdik Jaffar, Ego Arifin, serta dokter-dokter yang membahas aspek-aspek teknis, manajemen, dan psikologis yang terkait dengan kinerja atlet.
Dikdik Jaffar, salah satu narasumber, menegaskan bahwa pelatihan ini fokus pada peningkatan prestasi, di mana peran pelatih menjadi faktor kunci dalam peningkatan kualitas.
Baca Juga: Komitmennya Tak Luntur: Pemerintah Kalimantan Timur Maksimalkan Kesiapan Hadapi Kebakaran Lahan Perkebunan
Upaya KONI dalam meningkatkan kualitas pelatihan sejalan dengan dorongan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, yang terus mendukung dan mendorong Kaltim untuk terus memperbaiki dan meningkatkan prestasi di tingkat nasional.