Kaltim

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Dorong Guru Lanjut S2: Strategi Cetak Generasi Emas Dimulai dari Pendidik Berkualitas

Ragil Anggriani | 1 Juni 2025, 09:18 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Dorong Guru Lanjut S2: Strategi Cetak Generasi Emas Dimulai dari Pendidik Berkualitas

Dalam upaya mewujudkan visi Kaltim Emas, Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud (Harum) menegaskan bahwa peningkatan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya menyasar pelajar dan mahasiswa, tetapi juga fokus pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga pendidik.

Gubernur Harum menyampaikan pesan penting ini saat bertemu langsung dengan para guru SMK Negeri 1 Samarinda pekan lalu, seperti yang dilaporkan oleh Kaltim Post. Dalam arahannya, ia menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) untuk memberikan dukungan penuh bagi para guru yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2.

“Spesial untuk guru, Pemprov Kaltim siap mendukung peningkatan kompetensi Anda sekalian. Silakan melanjutkan kuliah ke jenjang S2,” ujar Harum penuh semangat.


Guru Berkualitas, Murid Berkualitas: Kunci Menuju Generasi Emas Kaltim

Menurut Gubernur Harum, investasi pada guru adalah fondasi utama dalam membentuk generasi pelajar yang unggul dan kompetitif. Ia meyakini bahwa guru yang berkualitas tinggi akan melahirkan siswa-siswa berprestasi yang siap bersaing di kancah nasional maupun global.

“Kalau gurunya berkualitas, anak didiknya pasti ikut berkualitas. Ini strategi utama kami mewujudkan Generasi Emas Kaltim,” jelas Harum.

Oleh karena itu, pihaknya tak tanggung-tanggung menggandeng sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti:

  • Universitas Indonesia (UI) Jakarta

  • Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung

  • Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar

Tiga universitas ini menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemprov Kaltim untuk menyediakan akses pendidikan lanjutan bagi para guru di provinsi ini.


Program Gratispol: Pendidikan Gratis hingga Guru Bisa Sekolah Lagi

Dukungan terhadap para guru ini merupakan bagian dari program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, yakni Gratispol (Gratis Pendidikan dan Layanan Publik). Program ini telah berlaku sejak awal tahun 2025 dan menjadi tulang punggung reformasi pendidikan di Kaltim.

“Dari Gratispol, kita tidak hanya bantu siswa miskin atau pelajar, tapi juga guru-guru agar bisa terus belajar. S2 bukan lagi mimpi, tapi nyata di Kaltim,” kata Harum.


Kenapa Guru Perlu Lanjut S2?

Menurut Harum, pendidikan minimal jenjang S2 akan membuat para guru memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam merespon tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.

“Guru S2 pasti lebih memahami dunia pendidikan secara menyeluruh. Mereka tahu apa yang perlu dikembangkan. Inilah guru masa depan Kaltim,” tegasnya.

Harum berharap para guru dapat menjadi teladan intelektual dan moral di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme guru di era digitalisasi dan kurikulum yang adaptif terhadap perubahan zaman.


Langkah Strategis Menuju Transformasi Pendidikan Kaltim

Langkah yang diambil oleh Pemprov Kaltim melalui dorongan melanjutkan studi S2 bagi guru bukan hanya simbol dukungan moral, tetapi juga wujud nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan.

Gubernur Harum dan Wakil Gubernur Seno Aji menyadari bahwa transformasi pendidikan tidak akan berhasil tanpa guru-guru yang berdaya saing tinggi dan terus berkembang secara intelektual.

Gubernur Rudy Mas’ud telah membuka jalan menuju pendidikan inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Dengan memberikan peluang seluas-luasnya bagi para guru untuk mengenyam pendidikan lanjutan, Pemprov Kaltim memberi pesan kuat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama—dan guru adalah ujung tombak perubahan.

???? Ayo, guru-guru Kaltim! Persiapkan diri Anda. S2 bukan hanya impian—tapi bagian dari langkah nyata menuju Kaltim yang lebih cerdas dan unggul!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.