Kaltim

Viral! Warga Balikpapan Telantar Antre BBM, Wali Kota Rahmad Mas’ud Kena Sorotan karena Liburan ke London

Ragil Anggriani | 27 Mei 2025, 17:37 WIB
Viral! Warga Balikpapan Telantar Antre BBM, Wali Kota Rahmad Mas’ud Kena Sorotan karena Liburan ke London

BALIKPAPAN — Kota yang dijuluki “Kota Minyak” kini justru terjerembap dalam ironi: warganya antre BBM berhari-hari, bahkan sampai ada yang pingsan karena kelelahan. Pemicunya? Distribusi Pertamax yang kacau di seluruh SPBU Balikpapan selama pekan ketiga Mei 2025.

Masalah ini tidak berhenti di level warga—isu ini meledak secara nasional setelah masuk ke ruang sidang Komisi VI DPR RI, Kamis (22/5), di Senayan, Jakarta. Bahkan, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) dan keluarganya ikut terseret badai kritik karena dinilai tidak sensitif: RM ternyata sedang berada di London saat warganya kesulitan mendapatkan BBM.


???? Dari Kota Minyak Menjadi Kota Krisis: “Kami Bisa Bakar Dapur Tapi Beli BBM Harus Nunggu Sehari!”

Kisah krisis Pertamax ini bermula dari keterlambatan distribusi oleh Pertamina Patra Niaga akibat masalah spesifikasi bahan bakar. BBM dari kilang Balikpapan tak bisa didistribusikan karena speknya belum masuk standar, sehingga stok “darurat” pun ditarik dari Samarinda dan Banjarmasin.

Akibatnya, SPBU-SPBU di Balikpapan lumpuh, antrean mengular sepanjang kilometer, motor-motor mogok kehabisan bensin di tengah jalan, dan warga yang frustrasi terpaksa menunggu lebih dari 12 jam hanya untuk membeli Pertamax.

“Balikpapan itu penghasil minyak, kok bisa langka? Ini bukan kelangkaan biasa, ini penghinaan terhadap logika publik!” ujar Mufti Anam, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, dalam rapat tersebut.

Mufti tak hanya menyalahkan distribusi, tetapi juga menyinggung Wali Kota Rahmad Mas’ud yang tidak berada di tempat saat krisis melanda. “Saat warganya antre BBM, Wali Kotanya malah di London,” katanya tajam.


???? Klarifikasi RM: “Saya Bukan Liburan, Saya Antar Anak Sekolah”

Isu "liburan ke London" ini langsung viral di media sosial, terlebih karena dibumbui oleh netizen yang mengungkap bahwa RM juga pernah "hilang" saat banjir dan macet parah melanda Balikpapan beberapa tahun lalu.

Menanggapi tudingan, RM menjelaskan bahwa ia ke London untuk mengantar anaknya yang akan bersekolah di sana. Dia menegaskan sudah mendapat izin dari Menteri Dalam Negeri.

“Anak saya baru 18 tahun dan aturannya di sana memang harus didampingi orang tua. Saya juga pulang lebih cepat tanggal 18 Mei, walaupun urusan keluarga belum selesai,” ujar RM dalam konferensi pers.

Klarifikasi ini dibela oleh Nurdin Halid, Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi Golkar, yang menyatakan bahwa RM bukan sedang jalan-jalan, tapi urusan pendidikan anak. Namun sayangnya, klarifikasi itu tak mampu membendung reaksi netizen.


???? Netizen Murka: "Mundur Aja Pak, Buat Apa Jadi Pemimpin Kalau Gak Peka?”

Puncak emosi publik meledak saat putri RM mengirim pesan bernada intimidasi ke salah satu netizen yang mengkritik ayahnya. Dalam tangkap layar yang beredar luas, ia mengancam akan menempuh jalur hukum dan “mengirim tim ke rumah”.

Komentar itu menuai kecaman nasional. Banyak yang menilai, anak pejabat seharusnya bersikap lebih dewasa, apalagi mengingat posisi ayahnya sebagai kepala daerah.

“Jabatan publik datang dengan risiko dikritik. Jangan balas dengan intimidasi, tapi empati,” tulis akun @eyrahfasira yang ikut menyuarakan kritik di X (Twitter).

Tak hanya itu, istri RM, Hj Nurlena Rahmad, juga menuai cibiran netizen setelah mengunggah video menyuapi sang suami mesra di tengah krisis Pertamax. Warganet menilai unggahan itu sebagai “tidak tahu waktu” dan “tidak sensitif terhadap penderitaan rakyat.”


???? Pertamina Akui Kesalahan, Tapi Warga Balikpapan Masih Trauma

Dalam rapat DPR, Wakil Dirut Pertamina, Wiko Migontoro, mengakui bahwa kekacauan terjadi karena ketidaksesuaian spek BBM yang akan didistribusikan. Akibatnya, stok harus diambil dari kota lain, dan sebagian diproduksi ulang di kilang Balikpapan.

“Kami mohon maaf. Ini seharusnya bisa dicegah dengan manajemen stok minimum yang lebih baik,” katanya.

Pertamina juga mencatat ada 239 SPBU di seluruh Indonesia yang dijatuhi sanksi sepanjang tahun ini karena menjual BBM tak sesuai kualitas.

Sementara itu, warga Balikpapan sudah terlalu sering mengalami kelangkaan BBM, dari solar subsidi, elpiji 3 kg, hingga kini Pertamax. “Kami tinggal di kota penghasil minyak, tapi nasib kami seperti warga kota kelangkaan,” keluh Ibu Rina, warga Sepinggan.


⚽ Ironi Kota Minyak: “Minyaknya Ada, Tapi BBM-nya Langka”

Balikpapan dikenal dengan tim sepak bolanya, Persiba, yang dijuluki “Tim Selicin Minyak”. Tapi kini, warga menilai julukan itu menjadi ironi. Sebab kelangkaan BBM di Kota Minyak sudah menjadi masalah menahun, tapi belum ada solusi jangka panjang dari pemerintah kota.

“Dulu bilang banjir akan selesai. Sekarang BBM pun bermasalah. Kami warga hanya bisa bertanya: siapa yang harus kami mintai pertanggungjawaban? Siapa yang harus kita ‘minyaki’ agar bisa bekerja?” tulis seorang warga dalam unggahan yang viral.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.