Kaltim

Jembatan Mahakam Masih Aman Dilintasi Pasca Insiden Tabrakan Kapal Tongkang, BBPJN Kaltim Pastikan Perbaikan dan Keamanan

Ragil Anggriani | 21 Februari 2025, 10:02 WIB
Jembatan Mahakam Masih Aman Dilintasi Pasca Insiden Tabrakan Kapal Tongkang, BBPJN Kaltim Pastikan Perbaikan dan Keamanan

Setelah insiden tabrakan kapal tongkang pengangkut kayu pada Minggu (16/2), Jembatan Mahakam dipastikan masih aman untuk dilintasi. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyimpulkan bahwa struktur utama jembatan tidak mengalami kerusakan signifikan.

Meski demikian, BBPJN Kaltim bersama pihak terkait telah merancang serangkaian langkah perbaikan dan peningkatan keamanan guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

BBPJN Kaltim: Struktur Jembatan Tetap Kokoh, Kerusakan Bersifat MinorKepala BBPJN Kaltim, Hendro Satrio MK, dalam keterangannya pada Jumat (20/2) menegaskan bahwa meskipun fender (pelindung) dan beberapa bagian pilar mengalami kerusakan, struktur utama Jembatan Mahakam tetap dalam kondisi aman.

Baca Juga: Jembatan Mahakam Ditabrak Kapal Tongkang Dampak, Investigasi, dan Langkah Pemulihan

"Kami tidak merekomendasikan penutupan jembatan karena kerusakan yang terjadi bersifat minor. Kami hanya menemukan retakan kecil, goresan, dan pergeseran sekitar sembilan milimeter pada sambungan jembatan, yang tidak memengaruhi integritas keseluruhan jembatan," jelas Hendro.

Sebelumnya, DPRD dan Pemerintah Provinsi Kaltim sempat merekomendasikan penutupan sementara Jembatan Mahakam. Namun, setelah inspeksi menyeluruh, BBPJN Kaltim memastikan tidak ada alasan mendesak untuk menutup jembatan, sehingga tetap dibuka untuk lalu lintas.

Untuk meningkatkan keamanan dan daya tahan Jembatan Mahakam, BBPJN Kaltim telah menyiapkan sejumlah langkah strategis:

  • Penggantian Fender Rusak dengan Material Fiberglass (FRP)???? Fender baru akan menggunakan fiberglass reinforced plastic (FRP) yang lebih tahan karat dan memiliki kekuatan tarik lebih tinggi dibanding material sebelumnya.
  • Perkuatan Struktur dengan Selimut Beton???? Bagian bawah jembatan akan diperkuat dengan lapisan beton yang lebih tebal serta tulangan tambahan guna meningkatkan ketahanan terhadap benturan kapal.
  • Pemasangan Stopper di Atas Jembatan???? Stopper akan dipasang untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi benturan.
  • Monitor Digital untuk Informasi Elevasi Clearance???? Layar digital akan menampilkan informasi ketinggian jembatan dan elevasi air sungai agar kapal yang melintas dapat menyesuaikan pergerakannya dengan lebih aman.
  • Pemasangan Rambu dan Kapal Pandu di Sungai Mahakam???? BBPJN Kaltim berkoordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk memasang rambu pelampung yang menunjukkan jalur aman bagi kapal. Selain itu, kapal pandu akan disediakan untuk memastikan kapal tongkang tetap berada pada jalur yang benar saat melintasi Jembatan Mahakam.

BBPJN Kaltim telah berkomunikasi dengan pemilik kapal tongkang yang terlibat dalam insiden ini. Hasilnya, pemilik tongkang sepakat untuk menanggung biaya ganti rugi sebesar Rp 35 miliar.

Dana ini akan digunakan untuk:

  • Pembongkaran dan pengangkutan bangkai fender yang roboh
  • Pembangunan fender baru berbahan FRP
  • Perbaikan bagian bawah jembatan yang mengalami retak minor

Hendro memastikan bahwa proses perbaikan akan segera dimulai setelah kesepakatan teknis dengan tim dari pemilik kapal tongkang diselesaikan.

Sementara itu, Polresta Samarinda tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rachmat Aribowo, Kepala Satuan Polisi Air Polresta Samarinda, menyatakan bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari 8 saksi, termasuk:

  • Kru kapal tongkang
  • Pemilik kapal
  • Perwakilan Pelindo

Selain itu, KSOP Kelas I A Samarinda telah mengamankan kapal tongkang yang terlibat untuk keperluan investigasi lebih lanjut.

Polisi akan mendalami beberapa faktor penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam prosedur navigasi kapal.

Warga Samarinda Diminta Tetap Waspada

Meski Jembatan Mahakam dipastikan aman, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan mematuhi rambu-rambu keselamatan saat melintasi jembatan.

BBPJN Kaltim juga mengimbau agar operator kapal lebih disiplin dalam mengikuti prosedur navigasi untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

“Ke depan, kami akan meningkatkan koordinasi dengan KSOP dan pemerintah daerah agar standar keselamatan di perairan sekitar Jembatan Mahakam semakin baik,” pungkas Hendro.

Insiden tabrakan kapal tongkang pengangkut kayu dengan Jembatan Mahakam tidak menyebabkan kerusakan serius pada struktur utama jembatan.

Perbaikan akan dilakukan dengan material lebih kuat dan sistem navigasi baru guna mencegah kejadian serupa, Pemilik kapal tongkang sepakat mengganti rugi sebesar Rp 35 miliar untuk perbaikan fender dan infrastruktur terkait.

Polisi masih menyelidiki unsur kelalaian dalam kejadian ini, Masyarakat diimbau tetap waspada saat melintasi Jembatan Mahakam dan mematuhi aturan keselamatan yang berlaku.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.