Kaltim

Groundbreaking Masjid Negara IKN: Hutama Karya dan Adhi Karya Berkomitmen Wujudkan Desain Unik Sorban

Ragil Anggriani | 22 Januari 2024, 14:17 WIB
Groundbreaking Masjid Negara IKN: Hutama Karya dan Adhi Karya Berkomitmen Wujudkan Desain Unik Sorban

Samarinda, 22 Januari 2024 - Sebagai langkah awal dalam percepatan pembangunan Kawasan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (KSO Adhi-HK) memulai pembangunan Gedung dan Kawasan Masjid Negara IKN dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Acara ini dilaksanakan pada Rabu (17/1/2024) dan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Menteri-Menteri Kabinet Indonesia Maju, pejabat tinggi TNI-Polri, serta tokoh-tokoh terkait lainnya.

Groundbreaking ini dipandu langsung oleh Presiden Jokowi yang juga memukul bedug sebagai simbol dimulainya pembangunan masjid megah ini. Masjid yang memiliki daya tampung hingga 61.000 jamaah ini akan menjadi salah satu ikon kawasan IKN. Presiden Jokowi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa masjid ini akan diapit oleh keindahan air dan memiliki desain yang merepresentasikan kemajemukan Indonesia, menjadi simbol toleransi antar agama di IKN.

Proyek ini dikerjakan melalui KSO Adhi-HK dan mencakup aspek struktur, arsitektur, MEP (Mechanical, Electrical and Plumbing), kawasan atau lansekap, bangunan penunjang, bangunan komersil, dan jembatan. Menurut Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, pembangunan masjid ini mengikuti konsep green city, menggunakan material ramah lingkungan, dan minim waste material.

Baca Juga: Proyek Terowongan Gunung Manggah Kota Samarinda Menuai Polemik: Pembangunan Merusak Aset Milik Pemprov Kaltim

Pembangunan Gedung dan Masjid ini, yang berdiri di atas lahan seluas 3.2 hektar dengan nilai kontrak mencapai Rp 940 Miliar, ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024. Tantangan utama dalam pengerjaan proyek ini termasuk desain unik kubah masjid yang menyerupai sorban. Dalam menghadapi tantangan ini, Hutama Karya dan Adhi Karya telah menyiapkan strategi penanganan seperti pemantauan intensif terhadap kualitas pekerjaan, penerapan teknologi Building Information Modelling (BIM), dan penggunaan struktur pracetak.

"Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas dan waktu penyelesaian proyek sesuai dengan rencana," ujar Tjahjo Purnomo. Pembangunan masjid ini menjadi sebuah tonggak penting dalam rangka mewujudkan visi IKN sebagai pusat administrasi negara yang modern, berkelanjutan, dan inklusif.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.