Kaltim

Kasus Covid-19 Meningkat di Indonesia Akibat Varian Sub-Omicron: Gejala dan Peringatan yang Harus Diwaspadai

Ragil Anggriani | 7 Desember 2023, 07:52 WIB
Kasus Covid-19 Meningkat di Indonesia Akibat Varian Sub-Omicron: Gejala dan Peringatan yang Harus Diwaspadai

 

Peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia sejak akhir Oktober 2023 telah mengundang keprihatinan, dengan munculnya subvarian baru dari Omicron, seperti EG.2 dan EG.5. Kasus positif yang semula berkisar 10-20 kasus per minggu melonjak drastis hingga mencapai 267 kasus per minggu pada beberapa waktu terakhir.

Menyikapi hal ini, Kementerian Kesehatan mengeluarkan imbauan agar warga tetap waspada dan berhati-hati. Situasi yang serupa juga terjadi di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Singapura, Malaysia, dan Filipina.

Tak hanya peningkatan kasus Covid-19 yang menjadi sorotan, namun juga kedatangan musim liburan Natal dan Tahun Baru yang semakin dekat, membuat imbauan untuk tetap waspada saat bepergian menjadi lebih penting.

Baca Juga: Indonesia Alami Lonjakan Kasus Covid-19, Dugaan Varian Baru Mempercepat Penularan

Gejala Covid Subvarian EG.2 dan EG.5

Vela Andapita, seorang warga Jakarta yang baru saja terinfeksi Covid-19 setelah pulang dari Singapura, membagikan pengalamannya. Awalnya, Vela tidak merasakan gejala apapun setelah pulang. Namun, beberapa hari kemudian, ia mulai merasakan pilek, bersin-bersin, dan meriang.

Gejala ini terasa seperti flu biasa, namun pada hari berikutnya, gejalanya semakin parah. Vela merasakan demam tinggi, menggigil, serta tubuhnya terasa sangat lemah.

Setelah melakukan tes antigen sendiri, Vela memastikan bahwa dirinya positif terinfeksi Covid-19. Gejala yang ia alami kali ini lebih parah dibandingkan ketika ia terinfeksi pada 2022, meskipun saat itu Vela sudah mendapatkan vaksin booster.

Peningkatan Kasus dan Peringatan dari Ahli Kesehatan

Meskipun peningkatan kasus belum mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, ahli kesehatan memperingatkan bahwa subvarian EG.2 dan EG.5 dapat menimbulkan gejala berat pada kelompok rentan, seperti orang lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus sejak Oktober lalu, namun belum terlihat peningkatan signifikan pada rawat inap di rumah sakit atau kasus kematian baru.

Baca Juga: RUU DKJ Menuai Polemik: Penunjukan Gubernur Jakarta Oleh Presiden Dinilai Mencederai Demokrasi

Respons Pemerintah dan Upaya Pencegahan

Pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menerapkan protokol kesehatan, dan menghindari bepergian ke negara-negara dengan lonjakan kasus Covid-19. Pendekatan terhadap penanganan Covid-19 kembali ditekankan, sambil mewanti-wanti petugas kesehatan agar tetap waspada.

Tanggung Jawab Bersama

Meskipun upaya pemerintah terus dilakukan, masyarakat juga diminta untuk berperan aktif dalam mencegah penularan. Protokol kesehatan yang relevan sejak awal pandemi masih menjadi kunci, sambil tetap melindungi kelompok rentan.

Dalam menghadapi musim liburan, penting bagi masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak, sekaligus mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan risiko penularan.

Kesimpulan

Peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia karena subvarian baru dari Omicron, seperti EG.2 dan EG.5, menjadi peringatan bagi semua pihak untuk tetap waspada dan menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Dalam situasi yang semakin rawan ini, tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran virus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.