Kaltim

PLN Nusantara Power Targetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 10 MW Beroperasi di Ibu Kota Negara pada Februari

Ragil Anggriani | 27 November 2023, 14:36 WIB
PLN Nusantara Power Targetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 10 MW Beroperasi di Ibu Kota Negara pada Februari

PT Perusahaan Listrik Negara Nusantara Power (PLN NP) tengah menargetkan fase pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 10 megawatt (MW) dari total kapasitas 50 MW di Ibu Kota Negara (IKN) untuk beroperasi pada Februari tahun depan.

Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power, mengungkapkan rencana tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta pada Senin.

"Pada Februari tahun depan, kami targetkan beroperasi dengan kapasitas 10 MW," ungkap Ruly, menandaskan bahwa proyek PLTS IKN dengan kapasitas total 50 MW sudah memasuki tahap pembangunan.

Menurut Ruly, kontribusi PLN Nusantara Power dalam pembangunan IKN melalui PLTS di darat sebesar 50 MW ini juga dilengkapi dengan sistem penyimpanan energi baterai.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI: PKS Berkuasa? Silakan Ubah Lagi Undang-Undang IKN

"Dalam proyek ini, kami menggunakan baterai dengan kapasitas 10 MW," jelasnya.

Penggunaan energi baru terbarukan (EBT) menjadi fokus utama dalam rencana induk IKN Nusantara. Pembangunan PLTS sebesar 50 MW menegaskan komitmen PLN untuk memastikan sumber energi yang digunakan di IKN merupakan sumber EBT yang berkelanjutan.

Rencananya, pasokan listrik di IKN Nusantara saat perayaan HUT RI ke-17 pada Agustus 2024 akan berasal dari PLTS yang saat ini sedang dibangun, menunjukkan komitmen kuat terhadap energi terbarukan dalam pembangunan IKN Nusantara.

Manajemen ketenagalistrikan di IKN Nusantara turut mengandalkan sistem penyimpanan energi untuk mendukung transisi ke sumber energi yang ramah lingkungan, seperti pada PLTS Bawean, PLTS terapung Cirata, dan PLTS IKN.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.