Krisis Air di Balikpapan: Desalinasi Laut, Solusi Atasi Kekurangan Pasokan?

Masalah air di Kota Balikpapan masih menjadi perhatian utama, terutama karena beberapa kawasan masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Keluhan tersebut terdengar dari anggota DPRD Balikpapan selama reses, dimana Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Laisa Hamisah, bahkan menyebutkan bahwa dirinya sudah dua bulan tidak mendapatkan aliran air.
Situasi ini semakin dipertegas oleh rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kelurahan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan penduduk dan kebutuhan akan air bersih.
Dalam upaya menemukan solusi, Laisa Hamisah telah berdiskusi langsung dengan Wali Kota Balikpapan, H Rahmad Mas'ud, untuk mengeksplorasi opsi penyelesaian permasalahan air ini.
Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah desalinasi air laut, yang merupakan proses mengubah air asin menjadi air tawar dengan menghilangkan kandungan garam. Meskipun memerlukan biaya besar, upaya ini dianggap sebagai alternatif yang potensial. Laisa Hamisah menyoroti pentingnya mendapatkan dukungan investor yang bersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan air di Kota Balikpapan.
Kendati solusi ini bukan tanpa tantangan, dengan dukungan dan investasi yang tepat, desalinasi air laut bisa menjadi jawaban jitu bagi kekurangan pasokan air bersih di Balikpapan, menanggapi tuntutan pertumbuhan wilayah terkait pemindahan Ibu Kota Negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









