Kaltim

Peran Forikan dalam Menangani Stunting: Menyentuh Keluarga, Mencegah Stunting Sejak Awal Kehamilan

Ragil Anggriani | 21 November 2023, 05:35 WIB
Peran Forikan dalam Menangani Stunting: Menyentuh Keluarga, Mencegah Stunting Sejak Awal Kehamilan

 

Masalah stunting di Indonesia masih menjadi perhatian utama pemerintah, yang mengincar penurunan angka stunting secara nasional hingga 14 persen pada tahun 2024. Untuk mengatasi permasalahan ini, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) menjadi sorotan penting.

Dalam sebuah Rakornas Forikan di Hotel Borobudur, Jakarta, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Irma Ardiana, menyoroti peran Forikan sebagai salah satu solusi dalam menangani stunting dan perbaikan gizi bagi keluarga Indonesia.

Irma menyatakan bahwa kehadiran Forikan di tiap daerah dapat menjadi kunci efektif dalam mengurangi angka stunting. Hal ini karena Forikan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat keluarga.

"Dengan penyebaran Forikan di setiap daerah, kami yakin dapat efektif menjangkau setiap keluarga," ungkap Irma.

Baca Juga: Polres Berau Ungkap Kasus Penggelapan Uang Perusahaan, Pelaku bawa Lari ke Sumatera Barat

Irma menegaskan bahwa peran Forikan dapat melibatkan calon ibu hamil dan calon pengantin wanita, dengan upaya pencegahan stunting yang dimulai sejak awal kehamilan.

"Kita bisa memutus lingkaran stunting ini dengan pendekatan pada seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK). Forikan dapat berperan aktif dalam advokasi dan penerapan kebijakan ini, dengan fokus pada calon ibu hamil dan calon pengantin sebagai target utama," jelasnya.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, Guru Besar Ilmu Gizi IPB dan Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, yang turut hadir sebagai pembicara.

"Mencegah stunting sebaiknya dilakukan sejak trimester pertama kehamilan," ungkap Hardinsyah.

Baca Juga: Dugaan Tumpahan BBM di Anak Sungai Mahakam, Samarinda: Warga Resah dengan Aroma Minyak yang Mengganggu

Hardinsyah menekankan bahwa kegemaran makanan anak juga dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi ibu saat hamil. "Jangan menyalahkan anak jika tidak menyukai makanan tertentu. Hal itu dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi ibu saat hamil," tambahnya.

Menariknya, dari segi kandungan protein, ikan terbukti lebih efektif dalam mempengaruhi kecerdasan anak dibandingkan dengan daging merah.

"Studi menunjukkan bahwa anak usia dua tahun ke atas membutuhkan asupan 80 gram ikan per hari untuk mendukung kecerdasan mereka. Dampak dari konsumsi ikan lebih signifikan dibandingkan dengan daging merah," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.