Didzolimi dan Perjuangan Anang Rosadi Pasca Masuknya Rifqinizamy Dalam DCT DPR RI NasDem

Dunia politik memang selalu sarat dengan kejutan, tapi apa yang dialami Anang Rosadi Adenansi benar-benar mencengangkan. Setelah telah mempersiapkan diri sebagai calon legislatif (bacaleg), Anang Rosadi Adenansi harus menelan pil pahit ketika namanya tak tercantum dalam Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI 2024.
Nama Anang Rosadi Adenansi yang semula ada di Daftar Calon Sementara (DCS) dengan nomor urut 4 sebagai bacaleg Partai NasDem di daerah pemilihan Kalsel 1, tiba-tiba tergeser oleh kehadiran Muhammad Rifqinizamy Karsayuda.
Sikap Partai NasDem yang tak memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada Anang mengenai perubahan ini membuatnya merasa dizalimi. Anang Rosadi Adenansi merasa bahwa keputusan ini tidak adil dan tak mengikuti etika politik yang baik.
Baca Juga: Peran Multi-Pihak dalam Mitigasi Perubahan Iklim melalui Perdagangan Karbon
"Sejatinya, persaingan dalam dunia politik adalah hal biasa, namun yang saya sesalkan adalah perubahan ini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Tidak ada dialog atau pembicaraan dari partai," ungkap Anang.
Anang bahkan menilai bahwa perubahan ini bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung oleh Partai NasDem, yang sebelumnya dikenal dengan semangat pemberantasan korupsi dan perubahan.
"Saya selalu mendukung anti-korupsi dan perubahan. Saya ingin mewujudkannya melalui pencalonan legislatif," tambahnya.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Meminjam Lahan di TMII untuk Mewujudkan Nusantara yang Baru
Tak puas hanya dengan menyatakan kekecewaannya, Anang memiliki rencana untuk mengambil jalur hukum terkait situasinya. Ia telah berkomunikasi dengan organisasi advokat Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI) dan berencana untuk mengajukan gugatan ke pengadilan. Anang juga telah mengajukan keberatan ke Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).
"InshaAllah, besok kita akan membuat surat kuasa untuk gugatan tersebut. Keadilan harus ditegakkan, kami jelas merasa dizalimi," tegas mantan Anggota DPRD Kalsel periode 2004-2009 ini.
Sementara itu, Partai NasDem belum memberikan tanggapan terkait situasi ini. Anang Rosadi Adenansi menyuarakan ketidakadilan yang dialaminya dalam proses politik ini dan akan terus berjuang untuk hak dan keadilan yang ia yakini. Politik yang santun adalah kunci, dan perjuangan Anang adalah cermin dari tekadnya untuk mendukung nilai-nilai tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









