Masyarakat Kelurahan Simpang Pasir Samarinda Diberikan Pendidikan Manajemen Pengelolaan Sampah yang Bernilai

Pada tanggal 6 November 2023, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Teknik Kimia Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan pengelolaan sampah dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam manajemen pengelolaan sampah yang dapat menciptakan nilai tambah.
Tim PKM Teknik Kimia Polnes terdiri dari tiga dosen berkomitmen dan dua mahasiswa yang berdedikasi. Mereka, yaitu Sekar Ayu Setyowati, Fitriyana, dan Ibnu Eka Rahayu, serta dua mahasiswa, bertekad untuk memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah dengan lebih baik. Sampah, sebagai masalah umum yang kerap terabaikan, memiliki dampak yang serius terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Fitriyana, salah seorang anggota tim PKM, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat manajemen pengelolaan sampah di kalangan masyarakat, dengan harapan agar sampah dapat dikelola dengan lebih baik dan bernilai. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang serius dan efektif sangat penting karena sampah dapat menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan sumber berbagai penyakit.
Baca Juga: Langkah Menuju Pengelolaan Arsip yang Lebih Baik
Dalam sesi penyuluhan, tim PKM memberikan penjelasan sederhana mengenai klasifikasi sampah, yaitu membedakan antara sampah organik dan anorganik. Sampah jenis anorganik akan diarahkan ke pengepul atau bank sampah, sementara sampah organik akan melalui proses pengolahan lebih lanjut untuk dimanfaatkan kembali. Hasil pengolahan sampah organik bisa menjadi produk bernilai seperti kompos, pupuk cair, dan eco-enzyme.
Fitriyana mengungkapkan harapannya bahwa program ini akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam manajemen pengelolaan sampah. Pengetahuan ini diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, membantu mengatasi permasalahan sampah yang kerap dihadapi masyarakat.
Manajemen pengelolaan sampah ini dipandang sebagai langkah awal yang signifikan dalam mengatasi masalah sampah, terutama sampah yang dihasilkan oleh perkebunan dan rumah tangga. Fitriyana menekankan bahwa sampah yang pada awalnya tidak memiliki nilai dapat diubah menjadi produk bernilai yang dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat, menciptakan dampak positif secara ekonomi dan lingkungan.
Baca Juga: Antrean Pembelian BBM Pertalite di Balikpapan Menyebabkan Kendala Lalu Lintas
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Mereka berpartisipasi aktif, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi mengenai manajemen pengelolaan sampah. Bahkan, peserta berharap akan ada kegiatan serupa di masa depan untuk lebih mengembangkan pengelolaan sampah yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan perkebunan. Semangat dan antusiasme ini menciptakan peluang untuk mewujudkan perubahan yang positif dalam pengelolaan sampah di Kelurahan Simpang Pasir, Samarinda, dan mungkin di tempat lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









