Cerita Korban Kebakaran di Kelurahan Damai Balikpapan yang Mengaku Tak Sempat Menyelamatkan Barang

Wajah sedih dan rasa kehilangan sangat terlihat jelas di mata para korban kebakaran yang mengalami musibah di Jalan MT Haryono, RT 04, Kelurahan Damai, Balikpapan Selatan pada Rabu (4/10/2023) sekitar pukul 00.00 WITA.
Salah seorang korban kebakaran, Zolfin (40), mengaku bahwa ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Ketika kebakaran terjadi, ia sedang berada di Pasar Baru dan menerima kabar dari iparnya bahwa rumahnya sudah terbakar.
"Saat kejadian, saya sedang berada di Pasar Baru. Hanya suami, ibu, dan anak yang ada di rumah. Tidak ada barang yang bisa kami selamatkan karena api sudah membesar saat kami sampai di rumah," ungkapnya.
Baca Juga: Kebakaran Lahan di Samping Hotel Mesra Samarinda Diduga Akibat Kesengajaan
Untungnya, ibunya yang sedang sakit segera dievakuasi oleh warga ke tempat yang aman saat kebakaran terjadi. Saat itu, di dalam rumah tinggal ibu, anak balita, suami Zolfin, dan satu orang yang sedang mengontrak di salah satu rumah yang terbakar.
"Total ada tiga rumah yang terbakar. Untuk sementara, kami tinggal di rumah keluarga. Pihak pemerintah juga sudah datang dan melakukan pendataan," jelasnya.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh korban lain, Dedi. Ia mengaku bahwa ia belum mengetahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan tempat kosannya. Ia menceritakan bahwa ia pulang ke kosannya untuk mandi dan setelah magrib, ia pergi lagi untuk mencari hiburan dengan bermain domino di depan gang tempat kosannya berada.
Baca Juga: Kebakaran hutan hingga 1300 Hektar telah ditangani BPBD Kaltim.
"Saya baru tahu ketika sudah banyak orang dan api sudah membesar, sekitar pukul 00.12 malam. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan. Saat ini, kami tinggal di rumah orang tua saya," kata Dedi.
Di lokasi kejadian, anggota Komisi I DPRD Balikpapan, Edy Alfonso, turut memberikan bantuan dan menyambangi korban kebakaran. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah untuk langkah selanjutnya. "Yang paling dibutuhkan saat ini oleh para korban adalah sandang dan pangan. Terlebih lagi, ada anak yang masih sekolah SMP dan seragamnya habis terbakar," ungkap Edy.
Selain memberikan bantuan, Edy juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati, terutama mengingat kondisi panas yang ekstrem akhir-akhir ini.
Baca Juga: Ribuan Jiwa di PPU Terdampak Kekeringan.
"Kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Sebelum meninggalkan rumah, pastikan bahwa semua dalam keadaan aman," tambahnya.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan 4 rumah berbahan kayu yang dimiliki oleh Hasan (75) dengan 3 kepala keluarga (KK) dan 7 jiwa, Ishartuti (66) dengan 2 KK dan 3 jiwa, serta Sumiarsih (71) dengan 1 KK dan 2 jiwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









