Aksi massa di Balikpapan dalam simulasi pemilu 2024

Polres Balikpapan melakukan simulasi pengamanan pemilu 2024 untuk melihat langsung seberapa siap personelnya menghadapi berbagai gangguan yang mungkin timbul.
“Kami siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk menghadapi aksi massa, termasuk menjaga benda-benda kepentingan nasional yang banyak terdapat di sini,” kata Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Anton Firmanto di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Dalam simulasi keamanan kota (sispamkota) dan pemilu damai di Halaman Dome, Jalan Ruhui Rahayu, Kapolres menunjukkan bagaimana polisi menangani berbagai peristiwa yang mungkin timbul dalam rangkaian masa pemilu.
Baca Juga: Peluang Bisnis Digital di Era 4.0 di Awal Tahun 2024 di Tahun Politik di Indonesia
Karena itu, polisi telah mengerahkan personel yang diperlukan. Dalam beberapa simulasi, hingga satu batalion atau 500 personel dapat dikerahkan. Selain itu, untuk mengamankan Balikpapan, pihaknya juga berkoordinasi dengan TNI.
Menurut Anton, Balikpapan memiliki Indeks Potensi Kerentanan Pemilu (IPKP) sebesar 3 yang tergolong rendah. Artinya, suasana di Kota Minyak hampir selalu aman dan nyaman, bahkan pada saat-saat rentan seperti pemilu. Namun, mereka tetap tidak bisa gegabah. “Kami tidak ingin berspekulasi,” kata kapolres.
Sesuai agenda nasional, pada tahun 2024 akan dilaksanakan pemilu serentak, di antaranya pada bulan Februari akan diadakan pemilu presiden, pemilu anggota DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten dan kota, anggota DPD, dan kemudian pemilu gubernur, pemilihan bupati dan pemilihan walikota.
Baca Juga: Penyakit hati yang dapat mendahului takdir.
Penerapan agenda kebijakan pada tingkat ini dapat menimbulkan banyak kerentanan.
Sebelumnya, dalam penjelasan awal mengenai kegiatan Sispamkota, Anton menjelaskan bahwa dalam setiap tahapan pemilu selalu terdapat potensi risiko konflik sosial yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Saat kampanye pemilu, masa tenang dan pengumuman pemenang, semuanya bisa mempengaruhi psikologi sejumlah besar pendukungnya, sehingga mereka sangat mudah terpengaruh. Oleh karena itu, polisi menyelenggarakan sispamkota ini untuk melatih diri menangani langsung situasi yang mungkin timbul, dengan situasi yang paling realistis.
Baca Juga: Absensi Karyawan Digital vs. Konvensional
“Demonstrasi ini menyimulasikan elemen aktor yang akan berpartisipasi, dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai pengamanan yang akan diterapkan selama masa pemilu,” jelas Anton.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









