Kaltim

Kalimantan Timur menjadi penerima pertama dana karbon Bank Dunia

Ragil Anggriani | 19 September 2023, 12:33 WIB
Kalimantan Timur menjadi penerima pertama dana karbon Bank Dunia

Sri Wahyuni ​​selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur menjadi contact person utama program iBreak di studio iNews TV di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Talkshow ini bertajuk “Pengelolaan Dana Karbon” dan dipandu oleh Kieky Cahya.

Pada kesempatan ini Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan bahwa Dana Karbon merupakan dana yang dievaluasi berdasarkan hasil penurunan emisi yang dihasilkan, yang nilainya dinilai secara ekonomi. Dana Karbon ini diperoleh dari pengurangan emisi karbon dan Besaran dananya ditentukan berdasarkan kesepakatan dengan Bank Dunia,” kata Sri yang mengawali perbincangan. Proses perjanjian ini dipimpin oleh Bank Dunia dan merupakan proses panjang yang berlangsung selama 14 tahun sejak tahun 2008 dan merupakan jalan yang panjang.

“Kalimantan Timur merupakan wilayah pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang menerima dana karbon dari Bank Dunia. Meski beberapa daerah di Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Bank Dunia, Kalimantan Timur menjadi daerah pertama yang menerima dana karbon, kata Sri bangga.

Baca Juga: Tips kunjungan wisata di Desa Wisata Pulau Derawan

Sri Wahyuni ​​​​​​juga menyoroti upaya penurunan emisi karbon di Kalimantan Timur, mengungkapkan bahwa provinsi tersebut telah lama menerapkan konsep lingkungan cerdas sebagai bagian dari visi kota pintar. Selama 14 tahun terakhir, Kalimantan Timur telah terlibat aktif dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. “Dalam hal pengurangan emisi karbon, Provinsi Benua Etam telah secara proaktif memprakarsai lingkungan yang cerdas. Sejak tahun 2008, kita telah mendeklarasikan pembangunan hijau dan mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta membentuk Dewan Daerah Perubahan Iklim dan Peraturan Terkait Mitigasi perubahan iklim,” jelas Sri.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga telah mengeluarkan deklarasi penghijauan berkelanjutan, yang bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan yang memiliki konsesi penghijauan tidak menggunakan lahan yang berpotensi kaya karbon untuk bercocok tanam.

Potensi pembangunan hijau di Kalimantan Timur sangat besar karena 89% lahan yang ditanami di kawasan ini adalah kelapa sawit yang dapat berkontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon.

Baca Juga: Nilai ekspor Katim periode Agustus 2023 meningkat 4,84 persen

Sri juga mencatat, komitmen Kalimantan Timur berujung pada kesepakatan dengan Bank Dunia pada tahun 2019 tentang pengurangan emisi karbon. “Perjanjian ini mewajibkan Kalimantan Timur untuk menjaga dan memulihkan hutan dan perkebunan dengan tujuan mengurangi emisi karbon sebesar 22 juta ton antara tahun 2022 dan 2025,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sri mengatakan perjanjian tersebut tidak hanya berdampak pada komitmen tetapi juga memberikan manfaat finansial, termasuk dana karbon sebesar $5 juta. Sesuai kontrak, Kalimantan Timur akan menerima dana sebesar 110 juta USD untuk mencapai target penurunan emisi sebesar 22 juta ton.

Lebih lanjut, Sri mengungkapkan pada tahun 2021, penurunan emisi karbon di Kaltim akan melebihi target yang ditetapkan Bank Dunia yaitu mencapai 30 juta ton.

“Pada tahun 2022, Bank Dunia memberikan dana sebesar US$20,9 juta atau setara dengan sekitar Rp300 miliar, berdasarkan perjanjian kerja sama. “Dana ini telah dialokasikan untuk masyarakat adat dan sebagian besar akan dikelola oleh organisasi independen,” tambahnya.

Talkshow ini akan tayang pada Rabu 20 September 2023 pukul 09:00 WIB di iNews.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.