5 Destinasi Wisata Potensial di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara

Provinsi Kalimantan Timur memiliki sejumlah destinasi wisata potensial yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurut Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif di Otorita IKN Nusantara, Muhsin Palinrugi, saat ditemui di Titik Nol Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, terdapat sekitar lima atau empat destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan.
Baca Juga: 60 Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XII Dinyatakan Lulus
Berikut adalah lima destinasi wisata potensial di IKN Nusantara:
1. Goa Tapak Raja
Destinasi ini berjarak sekitar 30 kilometer dari Titik Nol IKN dan memiliki potensi sebagai destinasi edukasi wisata (eduwisata). Goa Tapak Raja ditemukan oleh pendatang pada tahun 1983.
2. Kawasan Mangrove Mentawir
Kawasan mangrove Mentawir memiliki luas total sekitar 2.300 hektare, dan sekitar 300 hektare dari total luas tersebut dimanfaatkan sebagai ekowisata mangrove. Di sini, pengunjung dapat menikmati produk-produk mangrove seperti kopi mangrove, jus mangrove, dan pupur atau bedak yang diproduksi oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Baca Juga: Pelaksanaan Reformasi Birokrasi melalui tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
3. Gunung Parung
Destinasi ini menawarkan keasrian hutan yang masih terjaga dan menjadi tempat yang menarik untuk pecinta alam dan pendaki.
4. Air Terjun Tembinus
Air terjun Tembinus adalah salah satu destinasi alam yang menakjubkan di Kalimantan Timur. Keindahan alamnya akan memikat pengunjung yang mencari petualangan dan kebersamaan dengan alam.
Baca Juga: Forum Satu Data Sektor Perhubungan
5. Bukit Bengkirai
Bukit Bengkirai memiliki keindahan hutan yang menakjubkan dan menjadi tempat yang populer untuk trekking dan menjelajahi alam.
Meskipun terdapat potensi pariwisata yang menarik di sekitar IKN Nusantara, Muhsin mengakui bahwa masih ada kendala terkait sumber daya manusia (SDM) yang mengelola sektor pariwisata, terutama pengelola tempat menginap atau homestay. Untuk mengatasi masalah ini, program pelatihan pengelolaan homestay terkait pelayanan dan pelatihan pemandu wisata akan diberikan.
Baca Juga: HIPMI Penajam Menginspirasi Pelajar Menengah Atas untuk Menjadi Wirausahawan
Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sesmenparekraf), Ni Wayan Giri Adnyani, juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas SDM untuk pengembangan pariwisata dan menawarkan solusi dengan peningkatan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan di daerah, program-program yang tepat dapat dijalankan untuk mendukung perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









