Kaltim

Pulihnya Lalu Lintas Selat Hormuz Pangkas Harga Minyak Dunia

Ahmad Munjin | 25 Juni 2026, 19:04 WIB
Pulihnya Lalu Lintas Selat Hormuz Pangkas Harga Minyak Dunia
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

AKURAT KALTIM - Kekhawatiran terhadap pasokan mulai reda dan lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz mulai pulih. Kondisi itu membuat harga minyak dunia melemah pada Kamis (25/6/2026) menghapus kenaikan yang terjadi selama konflik di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional turun 1,7 persen ke bawah 72,50 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,4 persen ke sekitar 69,40 dolar AS per barel.

Penurunan tersebut membuat harga minyak kembali mendekati level sebelum pecahnya perang di Timur Tengah pada akhir Februari 2026.

Baca Juga: Iran Buka Penuh Selat Hormuz untuk Kapal Dagang

Pelaku pasar menilai pasokan minyak global mulai membaik setelah jalur pelayaran strategis Selat Hormuz kembali dibuka.

Perusahaan pemantau perdagangan Kpler melaporkan lebih dari 20 kapal tanker yang mengangkut sekitar 35 juta barel minyak mentah telah melintasi Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur tersebut.

Sebagian besar kapal tersebut merupakan tanker non-Iran yang sempat tertahan di Teluk Persia selama lebih dari tiga bulan setelah Teheran secara efektif membatasi lalu lintas pelayaran pada awal konflik.

Baca Juga: Iran Wanti-Wanti AS Agar Paman Sam Penuhi Kewajiban Negosiasi

Mayoritas muatan minyak itu diperkirakan tiba di negara-negara tujuan di Asia pada awal Agustus, sehingga meningkatkan harapan akan membaiknya pasokan fisik minyak mentah dalam beberapa pekan mendatang.

Selat Hormuz merupakan salah satu koridor energi terpenting di dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari sejumlah negara produsen di kawasan Teluk ke pasar global.

Meski harga minyak melemah, risiko keamanan di kawasan tersebut masih menjadi perhatian.

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis memperingatkan bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz hanya diperbolehkan melalui jalur yang ditetapkan Teheran.

Baca Juga: Cari Pengganti Netanyahu, AS Berkomunikasi dengan Oposisi Israel

IRGC juga menyatakan kapal yang melanggar instruksi pelayaran akan "menghadapi tindakan".

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa meskipun lalu lintas kapal tanker mulai pulih, normalisasi arus energi melalui kawasan Teluk masih rentan terhadap risiko militer dan politik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A