Kaltim

Pentagon Siap Berperang dengan Iran hingga 100 Hari

Ahmad Munjin | 7 Maret 2026, 13:57 WIB
Pentagon Siap Berperang dengan Iran hingga 100 Hari
Arsip - Presiden AS Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif di Washington, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu

AKURAT KALTIM - Surat kabar Politico melaporkan sebagaimana dikutip Middle East Eye, Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan perang terhadap Iran yang dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September 2026.

Pada Rabu, Menteri Perang AS Pete Hegseth kembali merevisi jadwal operasi militer terhadap Iran menjadi delapan minggu dari sebelumnya empat hingga lima minggu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran, jika diperlukan.

Namun, tenggat tersebut berbeda dengan pernyataan Trump yang mengatakan dirinya "tidak memiliki batas waktu" mengenai berapa lama perang dengan Iran akan berlangsung. Ini menurut sebuah wawancara dengan Time yang diterbitkan pada Kamis (5/3/2026).

"Saya tidak memiliki batas waktu untuk hal apa pun," kata Trump saat berbicara melalui telepon dengan Time pada Rabu (4/3). "Saya ingin menuntaskannya."

Sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besarnya di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi terkait Iran, sebut surat kabar itu yang mengutip dokumen internal Pentagon (Departemen Pertahanan).

Penambahan personel intelijen tersebut mengindikasikan bahwa Pentagon tengah mempersiapkan anggaran untuk operasi berkepanjangan dan menunjukkan bahwa pemerintah AS semula meremehkan skala konflik tersebut, menurut laporan itu.

Upaya AS meningkatkan sumber daya evakuasi bagi warga Amerika di Timur Tengah dan memperkuat pasukan pengumpul intelijen juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump belum sepenuhnya siap menghadapi konflik yang lebih besar dengan Iran, sebut Politico.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Ahmad Munjin
A