Kaltim

Kalimantan Timur Tembus 10 Besar EV-DCI 2025, Tertinggi di Kalimantan! Bukti Kaltim Siap Jadi Penopang Digital IKN

Ragil Anggriani | 2 Juni 2025, 09:11 WIB
Kalimantan Timur Tembus 10 Besar EV-DCI 2025, Tertinggi di Kalimantan! Bukti Kaltim Siap Jadi Penopang Digital IKN

Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam dunia digital. Dalam laporan terbaru East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2025, Kaltim berhasil menempati posisi ke-8 nasional, menjadikannya provinsi dengan daya saing digital tertinggi di seluruh Pulau Kalimantan.

Dengan skor 47,9 poin, Kaltim berhasil mengungguli banyak provinsi lain di luar Pulau Jawa, mempertegas eksistensinya sebagai kawasan yang berkembang pesat dalam bidang digitalisasi dan teknologi informasi.


Samarinda, Balikpapan, dan Bontang Masuk 50 Besar Kota Digital Nasional

Tak hanya pada level provinsi, kekuatan digital Kaltim juga tercermin dari performa kotanya. Tiga kota utama di Kaltim berhasil masuk dalam 50 besar nasional:

  • Samarinda menduduki posisi ke-14 nasional dengan skor 49,3
  • Balikpapan berada di posisi ke-15 dengan skor 48,0
  • Bontang menempati peringkat ke-47 dengan skor 42,6

Ketiga kota ini menjadi motor penggerak digitalisasi Kaltim dan berperan besar dalam menopang posisi provinsi di level nasional.

Baca Juga: Diam-Diam Melesat! Deretan Infrastruktur IKN yang Sudah Rampung dan Siap Huni, Gibran Hingga Rudy Mas'ud Beri Apresiasi

EV-DCI 2025: Ukur Kekuatan Digital, Dorong Pemerataan Teknologi

EV-DCI atau East Ventures Digital Competitiveness Index adalah indeks tahunan yang mengukur kesiapan dan kekuatan digital dari 38 provinsi dan 157 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Penilaiannya meliputi:

  • Infrastruktur digital
  • Ketersediaan SDM digital
  • Penggunaan internet dalam sektor tenaga kerja
  • Dukungan terhadap inovasi dan adopsi teknologi

Willson Cuaca, Co-Founder East Ventures, menyatakan bahwa tujuan dari EV-DCI adalah untuk mendorong pemerataan transformasi digital di seluruh Nusantara, termasuk di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

“Peningkatan signifikan terlihat dari perluasan jaringan 3G dan 4G di desa-desa serta meningkatnya jumlah pekerja yang memanfaatkan internet dalam aktivitas sehari-hari,” ungkap Willson, Selasa (27/5/2025), dikutip dari Bisnis.com.

Baca Juga: Wagub Kaltim Seno Aji Buka Kuliah Umum Bersama Fadli Zon di UMKT: Bahas Kearifan Lokal dan Hukum Adat dalam Era Modern

Fondasi Kuat Kaltim: Komitmen Pemerintah, Infrastruktur, dan Talenta Digital Lokal

Kesuksesan Kaltim menembus 10 besar tidak datang begitu saja. Ini merupakan hasil dari komitmen pemerintah daerah dalam memperluas konektivitas internet hingga ke pelosok, mendukung digitalisasi layanan publik, serta mendorong adopsi teknologi oleh sektor swasta.

Tak kalah penting, Kaltim juga fokus pada pengembangan talenta digital lokal melalui berbagai program pendidikan, pelatihan keterampilan digital, hingga inkubasi startup berbasis teknologi.


Masuk 10 Besar Nasional, Ini Daftar Lengkapnya:

Berikut 10 besar provinsi dalam EV-DCI 2025:

  1. DKI Jakarta
  2. Jawa Barat
  3. Banten
  4. Jawa Timur
  5. DI Yogyakarta
  6. Bali
  7. Kepulauan Riau
  8. Kalimantan Timur
  9. Jawa Tengah
  10. Sumatera Utara

Capaian ini menjadi tonggak penting bagi Kalimantan Timur yang selama ini bersaing ketat dengan provinsi-provinsi di Jawa dalam bidang digitalisasi. Ini sekaligus menjadi bukti bahwa kesenjangan digital antarprovinsi mulai mengecil.


Kaltim, Pilar Digital Masa Depan IKN

Sebagai provinsi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tengah dibangun di wilayahnya, posisi Kaltim sebagai pemimpin digital di luar Jawa sangat strategis. Daya saing digital yang tinggi akan menjadi modal penting untuk mewujudkan IKN sebagai smart city kelas dunia.

“Capaian ini membuktikan bahwa Kalimantan Timur siap menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia, khususnya dalam mendukung kelahiran Ibu Kota Negara baru yang modern, cerdas, dan berkelanjutan,” ujar salah satu pengamat digital dari Universitas Mulawarman.


Dari Digitalisasi ke Inovasi: Langkah Selanjutnya

Dengan prestasi ini, Kalimantan Timur diharapkan terus memperkuat transformasi digitalnya di berbagai sektor, mulai dari:

  • Pendidikan berbasis teknologi
  • Layanan publik digital
  • Smart governance
  • Ekonomi digital dan UMKM Go Digital
  • Penguatan ekosistem startup lokal

Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.


Kesimpulan: Benua Etam Siap Digital!

Capaian peringkat ke-8 nasional dalam EV-DCI 2025 adalah bukti konkret bahwa Kalimantan Timur tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga siap menjadi poros pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur, SDM, dan kebijakan yang berpihak pada transformasi digital, Kaltim telah membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan cerdas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.