Kaltim

Harga Beras Melonjak di Kaltim, Pemicunya Harga Gabah Tinggi dan Tunggu Panen Raya

Ragil Anggriani | 11 Maret 2024, 12:56 WIB
Harga Beras Melonjak di Kaltim, Pemicunya Harga Gabah Tinggi dan Tunggu Panen Raya

 

Harga beras di Kalimantan Timur (Kaltim) melonjak, dan salah satu penyebab utamanya adalah kenaikan harga gabah di tingkat petani. Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, harga gabah mencapai Rp 6-7 ribu per kilogram, membuat harga beras melambung. Biasanya, harga beras minimal dua kali lipat dari harga gabah.

"Situasi global dan nasional pasti merasakan dampak. Karena 80 persen kebutuhan pokok di Kaltim harus didatangkan dari luar daerah. Namun, secara bertahap pemerintah provinsi mencoba mengurangi ketergantungan tersebut," kata Heni.

Kaltim, sebagai salah satu wilayah yang masih bergantung pada pasokan beras dari luar, seperti Jawa dan Sulawesi, mencoba mengatasi dampak tersebut dengan berbagai upaya. Pemerintah provinsi melakukan pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian, seperti saluran irigasi dan pembangunan bendungan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produksi gabah lokal.

Baca Juga: Meraih Suara Rakyat Kaltim, Mewakili Dengan Bangga Sebagai Satu-satunya Perempuan di DPR

"Pada saat harga sebuah barang itu seharusnya bisa turun, namun karena ada permainan oknum, harga barang itu bisa naik. Nah, di kios penyeimbang ini kami sediakan barang keperluan pokok dengan harga sewajarnya," ujar Heni mengenai upaya pemerintah dalam membangun kios penyeimbang.

Selain itu, Pemprov Kaltim juga memfasilitasi operasi pasar di kabupaten/kota dan melakukan gerakan pangan murah bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Heni menegaskan bahwa saat ini pemerintah fokus pada upaya mengantisipasi perilaku penimbunan dan permainan harga oleh oknum. Meskipun harga beras belum menunjukkan penurunan secara signifikan, Heni berharap panen raya pada akhir Maret hingga awal April dapat membantu menstabilkan harga beras.

"Informasi terkini di Pasar Induk Beras Cipinang sebagai tolok ukur harga beras nasional sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan. Meski secara stok memang belum maksimal. Namun, itu menjadi gambaran dan biasanya akan berdampak ke daerah termasuk Kaltim," tambahnya.

Meski Pemprov Kaltim terus melakukan pemantauan dan langkah-langkah preventif, Heni mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemui praktik penimbunan atau penyelewengan harga yang merugikan konsumen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.