Kaltim

Sekda Kaltim Jadi Keynote Speaker Diskusi Publik: Transformasi Pembangunan Menuju Kaltim Maju, Adil, dan Berkelanjutan

Ragil Anggriani | 30 Januari 2024, 17:52 WIB
Sekda Kaltim Jadi Keynote Speaker Diskusi Publik: Transformasi Pembangunan Menuju Kaltim Maju, Adil, dan Berkelanjutan

Balikpapan, 31 Januari 2024 - Diskusi publik bertajuk "Transformasi Pembangunan Menuju Kalimantan Timur Maju, Adil dan Berkelanjutan: Pencapaian, Arah Kebijakan, dan Tantangan di Era Strategis" sukses digelar di Gedung Prof. Dr. H Masjaya Universitas Mulawarman pada Selasa (30/1/2024). Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, tampil sebagai keynote speaker yang memberikan wawasan mendalam mengenai pembangunan di wilayah tersebut.

Sri Wahyuni mengawali pidatonya dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Mulawarman (Unmul) yang telah menginisiasi diskusi publik ini. Pemprov Kaltim mengapresiasi inisiatif Unmul karena diskusi ini menjadi langkah penting dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk 20 tahun ke depan.

"Atas nama pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar besarnya kepada kampus Unmul yang telah menginisiasi diskusi publik dengan tema Transformasi Pembangunan Menuju Kalimantan Timur Maju, Adil dan Berkelanjutan," ucap Sekda Prov. Kaltim.

Baca Juga: Polres Metro Jakarta Timur: Giat Cek TKP Terkait Tawuran, Korban Luka Berat di RS Polri Kramat Jati

Sri Wahyuni menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim menghimpun informasi dari berbagai sumber untuk menentukan isu-isu strategis yang perlu diperhatikan. Salah satu isu yang menonjol adalah daya saing Sumber Daya Manusia (SDM). Meskipun Kaltim memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi, pemerintah tetap fokus pada peningkatan daya saing SDM.

"Kaltim memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang cukup tinggi. Peringkat tiga secara Nasional di bawah DKI Jakarta dan Jogjakarta. Jadi kita di atas Jawa Timur, Jawa tengah, dan daerah-daerah lainnya. IPM kita dengan nilai 78,2," tambahnya.

Sri Wahyuni menyampaikan upaya Pemprov Kaltim dalam meningkatkan daya saing SDM, terutama melalui revitalisasi pendidikan vokasi. Dalam grand design yang disusun, pendidikan vokasi diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi di Kaltim.

"Revitalisasi pendidikan vokasi itu akan dirumuskan dalam grand design dengan berbasis kawasan, geospasial, dan geoekonomi. Harapan kami ini akan terhubung dengan transformasi ekonomi," ungkapnya.

Sekda menegaskan bahwa inisiatif revitalisasi pendidikan vokasi tidak hanya melibatkan pihak Pemerintah Provinsi, tetapi juga melibatkan akademisi dan pihak swasta. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan SDM yang siap menghadapi perubahan dan tantangan masa depan.

Melalui diskusi publik ini, Sekda berharap mendapatkan masukan dan tanggapan konstruktif dari para civitas akademika untuk memperkaya rumusan yang sedang disusun oleh Pemerintah Provinsi Kaltim terkait RPJPD 2025-2045.

"Mudah-mudahan ini bukan diskusi yang pertama, karena kita baru mengawali penyusunan RPJPD 2025-2045. Tentu akan banyak lagi diskusi lanjutan yang bisa kita dapatkan sebagai hasil dari pertemuan ini," tutup Sri Wahyuni.

Hadiri oleh Tokoh Pendidikan dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI
Acara diskusi publik dihadiri oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat Univeristas Mulawarman Dr. Ir. Nataniel Dengen, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, serta civitas kampus Unmul.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.