Kaltim

Kalimantan Timur Catat Penurunan Signifikan Tingkat Kemiskinan Ekstrem pada 2023: Dari 6,31% Menjadi 6,11%

Ragil Anggriani | 21 Januari 2024, 10:59 WIB
Kalimantan Timur Catat Penurunan Signifikan Tingkat Kemiskinan Ekstrem pada 2023: Dari 6,31% Menjadi 6,11%

Kalimantan Timur, 20 Januari 2024 - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengukir prestasi gemilang dengan mencatat penurunan tingkat kemiskinan ekstrem yang signifikan pada tahun 2023. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan turun dari 6,31 persen menjadi 6,11 persen.

Prestasi ini tidak hanya bersumber dari data statistik semata, melainkan melibatkan data riil yang dikembangkan dan diverifikasi hingga tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyatakan bahwa secara umum, tingkat kemiskinan ekstrem terbesar terdapat di daerah pedesaan.

Beberapa wilayah di Kaltim menunjukkan tingkat persentase kemiskinan di atas rata-rata, antara lain Mahakam Ulu, Kutai Barat (Kubar), Paser, Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Kartanegara.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Kaltim Bersama Mitra Siap Sukseskan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Empat Agenda Besar Nasional 2024

"Anda mencatat bahwa Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Berau mencatat tingkat kemiskinan terendah," ungkap Kadinsos Kaltim saat menjadi pembicara pada strategi mencapai zero kemiskinan di Kaltim, Jumat (19/1).

Andi Muhammad Ishak menjelaskan bahwa terdapat tiga kebijakan utama yang dikembangkan untuk menangani kemiskinan ekstrem di Kaltim, yaitu mengelola beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin, dan mengentaskan kantong-kantong kemiskinan.

Optimis dengan pendekatan holistik, pemerintah Provinsi Kaltim meyakini bahwa dampak kemiskinan dapat diatasi. Untuk periode 2024-2026, pemerintah Kaltim memprioritaskan program pengentasan kemiskinan ekstrem. Langkah-langkah konkret akan diambil untuk memastikan kelangsungan dan keberhasilan upaya tersebut.

"Terpenting bagaimana menurunkan angka kemiskinan ini tidak hanya sekadar menurunkan, tapi memastikan masyarakat yang keluar dari kemiskinan secara permanen. Jangan sampai sudah diberikan bantuan, setelah itu kondisinya kembali miskin. Ini yang perlu dijaga," tegasnya.

Pencapaian ini menandai komitmen kuat Provinsi Kalimantan Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan ekstrem, memasuki era pembangunan yang berkelanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.