Kaltim

Komite Ekonomi Kreatif Kaltim dan Dinas Pariwisata Kaltim Bersinergi, Data Perhitungan Kontribusi Ekonomi Kreatif Terungkap

Ragil Anggriani | 17 Januari 2024, 11:30 WIB
Komite Ekonomi Kreatif Kaltim dan Dinas Pariwisata Kaltim Bersinergi, Data Perhitungan Kontribusi Ekonomi Kreatif Terungkap

Balikpapan, 11 Januari 2024 - Komite Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur (Kaltim), bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kaltim, telah menginisiasi pengumpulan data perhitungan nilai kontribusi Ekonomi Kreatif (Ekraf) terhadap struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim selama periode 2021-2023. Tujuan dari pengumpulan data ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Ekraf dalam perputaran ekonomi di Bumi Etam.

Erwiantono Surip, Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kaltim, menjelaskan bahwa pendekatan saintifik digunakan untuk menghasilkan data yang akurat. Langkah ini diambil mengingat Kaltim tengah merancang transformasi pembangunan, sosial, ekonomi, dan tata kelola.

"Kaltim perlu menyiapkan mesin-mesin ekonomi baru serta meningkatkan efisiensi yang sudah ada sebagai backup plan ketika ekonomi bergeser. Salah satu sektor yang diharapkan menjadi penopang adalah pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Erwiantono Surip dalam acara Dialog Masyarakat Ekraf (Makraf) yang diinisiasi DPD Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kaltim, bekerja sama dengan Unmul dan Seraung Group pada 11 Januari.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Nusantara Logistic Hub and Services di Ibu Kota Nusantara, Dorong Efisiensi Logistik Nasional

Tren global menunjukkan penurunan ketergantungan pada industri ekstraktif, yang saat ini mencapai 40 persen di Kaltim. Hal ini memicu kebutuhan untuk mengembangkan sektor lain, terutama pariwisata dan ekonomi kreatif. Data yang dihasilkan menunjukkan bahwa nilai PDRB Ekraf Kaltim pada 2023 mencapai Rp 29,43 triliun, mengalami peningkatan sebesar 2,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi PDRB Ekraf terhadap perekonomian Kaltim pada 2023 mencapai 5,61 persen.

Dari 17 subsektor Ekraf, lima sektor usaha menonjol dalam pembentukan PDRB Ekraf Kaltim. Sektor kuliner mendominasi dengan 3,46 persen, diikuti fesyen (0,79 persen), kriya/kerajinan tangan (0,56 persen), penerbitan (0,34 persen), dan aplikasi (0,15 persen).

Erwiantono Surip menggarisbawahi perlunya memperkuat daya saing sektor-sektor ini. "Kami ingin menunjukkan angka-angka ini, supaya mereka yakin dengan apa yang mereka lakukan. Saya ingin memberitahukan kepada mereka, bahwa yang mereka lakukan saat ini adalah jalan yang benar," tambahnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Tahap IV Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan Groundbreaking Proyek Megah

Sementara itu, angka partisipasi Ekraf Kaltim sebesar 5,7 persen, masih di bawah angka nasional yang mencapai 7,9 persen. Erwiantono Surip menegaskan perlunya akselerasi untuk merangsang pertumbuhan ekosistem ekonomi melalui berbagai persiapan, termasuk sertifikasi.

Kaltim juga perlu mengejar ketertinggalan dalam sektor pariwisata. Saat ini, kontribusi pariwisata terhadap ekonomi Kaltim baru mencapai 1,9 persen, sedangkan angka nasional sebesar 4,5 persen. Melalui analisis indeks kepuasan wisatawan, Erwiantono Surip menyoroti area yang perlu perbaikan, termasuk pemanduan, protokol kebersihan, layanan kebersihan lingkungan, sistem promosi, dan peningkatan kualitas produk Ekraf yang berkolaborasi dengan destinasi wisata.

Erwiantono Surip dan timnya merekomendasikan beberapa upaya, termasuk penguatan ekosistem, dorongan pada sektor-sektor sebagai model bisnis yang kompetitif, dan program kolaborasi dengan pendanaan dari pemerintah, swasta, serta asosiasi. Ia menekankan perlunya pembenahan dan peningkatan mutu melalui sertifikasi, karena keberlangsungan usaha di bidang Ekraf masih dinilai rendah.

"Kami berusaha berhimpun dan berkolaborasi dari bawah. Kaltim sudah punya komite Ekraf sebagai wadah pentahelix yang melibatkan pengusaha, komunitas, akademisi, pemerintah, dan media. Melalui hal ini, kami berharap anak-anak muda Kaltim bisa berkarya, memiliki masa depan yang baik, dan bangga dengan tanahnya sendiri," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.