Kaltim

Melihat Tren Kenaikan Harga TBS Sawit di Kaltim: Petani Bersiap Hadapi Tantangan Ekonomi

Ragil Anggriani | 16 Januari 2024, 22:44 WIB
Melihat Tren Kenaikan Harga TBS Sawit di Kaltim: Petani Bersiap Hadapi Tantangan Ekonomi

16 Januari 2024 - Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Kalimantan Timur terus mengalami kenaikan pada periode 1-15 Januari 2024. Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, mengungkapkan bahwa kenaikan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 tahun, mencapai Rp 2.304,41 per kilogram.

Menurut Muzakkir, kenaikan harga TBS ini dipicu oleh meningkatnya harga jual Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel dari perusahaan yang menjadi sumber data. Harga CPO tertimbang sebesar Rp 10.906,46, sementara harga kernel (inti sawit) rerata tertimbang mencapai Rp 4.944,97 per kilogram dengan indeks K sebesar 87,60 persen.

Detail harga TBS sawit pada periode 1-15 Januari 2024 untuk berbagai kelompok umur adalah sebagai berikut:

  1. Umur 3 tahun: Rp 2.032,37 per kg.
  2. Umur 4 tahun: Rp 2.171,67 per kg.
  3. Umur 5 tahun: Rp 2.181,03 per kg.
  4. Umur 6 tahun: Rp 2.203,60 per kg.
  5. Umur 7 tahun: Rp 2.216,28 per kg.
  6. Umur 8 tahun: Rp 2.233,39 per kg.
  7. Umur 9 tahun: Rp 2.277,40 per kg.
  8. Umur 10 tahun: Rp 2.304,41 per kg.

Baca Juga: Galatasaray Melaju dengan Kehebatan Baru: Daichi Kamada Bergabung untuk Menyemarakkan Lini Serang!

Muzakkir menjelaskan bahwa daftar harga TBS sawit tersebut menjadi standar bagi petani yang bermitra dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit di Kaltim, terutama kebun plasma. Kolaborasi antara kelompok tani dan pabrik minyak sawit (PMS) diharapkan dapat memastikan harga TBS yang diterima petani mencerminkan kondisi pasar yang sehat, menghindari praktik spekulatif oleh tengkulak.

Dalam konteks ini, diharapkan bahwa kerjasama antara kelompok tani dan PMS akan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan petani kelapa sawit, membuka jalan menuju stabilitas ekonomi yang lebih baik di kalangan komunitas tersebut. Petani kini bersiap menghadapi dinamika ekonomi yang semakin kompleks, namun harapan tetap terpancar untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik melalui hasil kebun sawit mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.