Insiden Konvoi Truk CPO: Bupati Kutai Barat Minta Kepatuhan SOP dan Etika Jalan

Bupati Kutai Barat, FX Yapan, menggelar konferensi pers setelah insiden saat kampanye di Tanjung Isuy. Konvoi truk CPO di Simpang Damai menghadapi masalah saat truck ke-4 dan ke-5 tak memberi jalan. Saat Daniel meminta jalan, namun Sang Supir tidak menghiraukannya, yang Yapan nyatakan tindakan itu tak sesuai SOP dan etika.
"Sudah ada itikad baik dari pengelola terkait kejadian ini. Kami sudah berdamai karena masih ada hubungan keluarga," ujar FX Yapan. Dia juga meminta maaf kepada masyarakat dan menambahkan bahwa situasi emosional saat seseorang berada di dalam mobil bisa mempengaruhi tindakan.
Pihak konvoi dianggap mengabaikan kondisi jalan, bahkan di belakang mereka ada ambulans. Yapan menyampaikan penyesalannya karena hanya bisa meredakan situasi tersebut.
Baca Juga: Video Viral: Ajudan Bupati Kutai Barat Pukul Sopir Truk, Kontroversi di Media Sosial
Menyoroti kejadian, Yapan menekankan pentingnya penerapan SOP bagi pemilik truk serta perlu adanya pelatihan mengenai etika berlalu lintas. Surat perjanjian damai sudah dibuat dengan saksi dari ketua RT dan pemilik truk CPO.
Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan, memperhatikan bahwa situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait kewenangan dalam mengatur jalan nasional. Dalam hal keselamatan di jalan, ia berharap Pemerintah Provinsi juga turut campur untuk menjaga keamanan di jalan nasional.
"Perusahaan wajib memberikan pelatihan etika berlalu lintas kepada karyawannya," ungkap Edyanto Arkan, menyoroti perlunya pelatihan dalam hal etika berlalu lintas di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









