Pj Gubernur Kaltim Pimpin Langkah Progresif di Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim

Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, memainkan peran sentral dalam Conference of Participant (COP) 28 United Nations Framework on Climate Change Conference (UNFCCC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
COP, sebuah forum tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim, mempertemukan delegasi dari seluruh dunia. Pada COP28 tahun ini di Dubai, sekitar 70 ribu delegasi hadir, mewakili beragam sektor dari negara anggota, pelaku bisnis, ilmuwan, masyarakat adat, hingga para ahli dan pihak terkait lainnya.
Keterlibatan Provinsi Kaltim dalam COP28 menegaskan komitmen serius Pemprov Kaltim terhadap pelestarian lingkungan dan penanganan perubahan iklim.
Pj Gubernur Akmal Malik, dalam pertemuan anggota Governors Climate Forest - Task Force (GCF-TF), bersama para Gubernur dan Delegasi GCF TF serta mitra GCF, mengeluarkan Seruan Aksi yang menekankan perlunya pendanaan lebih lanjut untuk New Forest Economy.
Baca Juga: Wantimbang Unmul Susun Program Kerja 2024: Konsolidasi dan Kesepahaman Menjadi Prioritas Utama
“GCF Task-Force akan meluncurkan kesepakatan bersama tentang Statement of the needs for further funding for a New Forest Economy,” ujar Akmal.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Manaus Action Plan yang dihasilkan pada pertemuan GCF Task Force di Manaus-Brazil tahun 2022.
Di samping itu, Pj Gubernur Akmal Malik menghadiri Indonesia Pavilion pada COP28 yang diadakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Dubai Expo City, UEA. Hasil dari keikutsertaan ini akan mengarah pada penyusunan peraturan daerah terkait perdagangan karbon di Provinsi Kalimantan Timur, sesuai dengan arahan dari Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk pencapaian Target Konstribusi nasional.
“Kami akan merujuk pada Peraturan Menteri LHK Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon,” tambah Akmal.
Keikutsertaan ini sangat penting mengingat Kaltim adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil memperoleh kompensasi dana karbon dari World Bank melalui Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, Encek Achmad Rafiddin Rizal, turut mendampingi Pj Gubernur Akmal Malik dalam konferensi ini, menegaskan komitmen penuh Kaltim dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk penanganan perubahan iklim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









