Kaltim

Revolusi Ibu Kota: Dibalik Angka, Strategi, dan Fase Transformasi IKN yang Fenomenal

Ragil Anggriani | 10 Desember 2023, 21:49 WIB
Revolusi Ibu Kota: Dibalik Angka, Strategi, dan Fase Transformasi IKN yang Fenomenal

Perencanaan monumental Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan nilai investasi mencapai Rp 466 triliun menjadi sorotan dan diperdebatkan di publik. Anggaran kolosal ini, sebagian besar, akan diimplementasikan dalam kurun waktu 23 tahun, berbasis pada kontribusi APBN, BUMN/BUMD, dan investasi KPBU serta swasta.

Sekretaris Otorita IKN, Achmad Jaka Santos Adiwijaya, menjelaskan bahwa angka besar tersebut sering disalahartikan sebagai pengeluaran saat ini. Padahal, itu merupakan alokasi dana untuk dua dekade lebih ke depan, terbagi dalam beberapa sektor. Dari total, hanya 20 persennya didasarkan pada APBN, sedangkan 80 persen lainnya akan diperoleh melalui investasi pemerintah dan swasta.

Jaka menegaskan pentingnya membangun kepercayaan dan kredibilitas lembaga pengelola IKN untuk mendapatkan investasi. Prinsip ESG (Environment Social Governance) menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan internasional dalam pembiayaan investasi.

Baca Juga: Inovasi Pelayanan: Klinik Polres PPU Berbenah Demi Kualitas Terbaik bagi Masyarakat

Pembangunan IKN sendiri terbagi dalam beberapa fase, di mana fase pertama yang harus selesai pada 2024 menjadi tonggak awal yang vital. Perencanaan ini membedakan pendekatan dari pembangunan ibu kota negara lain, seperti di Korea Selatan.

Pemerintah Indonesia mematok agar pada 2024, Presiden sudah dapat beroperasi di IKN dan peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus akan diselenggarakan di sana. Fokus pembangunan fase pertama adalah pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan luas 1.000 hektar dari total 6.671 hektar.

Investasi swasta yang telah terlibat mencapai Rp 35 triliun, setara dengan alokasi APBN, menunjukkan komitmen dan dukungan masyarakat terhadap proyek ini.

Kementerian PUPR mencatat progres konstruksi infrastruktur dasar IKN Tahap 1 telah mencapai 38,1 persen pada Agustus 2023, termasuk jalan tol, istana negara, kantor presiden, dan Bendungan Sepaku Semoi.

Baca Juga: KPU Ungkap Isu Panas Debat Capres Cawapres: Hukum dan Pemberantasan Korupsi

Dengan pencapaian ini, Tahap 2 yang mencakup proyek-proyek penting seperti Bangunan Kementerian Koordinator dan Rusun ASN sudah memulai konstruksinya. Seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal yang ditetapkan.

Keseluruhan ini bukan hanya representasi dari komitmen negara, namun juga dukungan kuat sektor swasta dalam membentuk IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern dan andal untuk masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.