Kaltim

"Kembali Pulang!" Buaya Riska Akan Ditempatkan dalam Ikon Wisata Berbasis Lingkungan di Tanjung Laut Indah

Ragil Anggriani | 9 Desember 2023, 09:11 WIB
"Kembali Pulang!" Buaya Riska Akan Ditempatkan dalam Ikon Wisata Berbasis Lingkungan di Tanjung Laut Indah

 

Kontroversi mengenai nasib Buaya Riska, yang sebelumnya menjadi perdebatan hangat, kini kembali memunculkan wacana baru. Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, telah melakukan peninjauan lokasi yang dianggap sangat cocok untuk menjadi tempat tinggal bagi Buaya Riska. Lokasi ini terletak di Jalan Bete-Bete, RT 01, Kelurahan Tanjung Laut Indah, yang menurutnya memiliki potensi besar untuk menjadi rumah baru sang buaya, pada Jumat (8/12/2023).

Setelah membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kedua Masyarakat Sadar Wisata di Pendopo Wali Kota Bontang, Akmal Malik menjelaskan rencananya untuk mengembalikan Buaya Riska ke Bontang.

"Dalam koordinasi dengan BKSDA Kaltim, kami telah menyetujui hal ini. Lokasinya akan berada di Tanjung Laut Indah," ungkapnya.

Baca Juga: Alarm! Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia: Diduga Ada Varian Baru yang Picu Penularan Cepat

Pj Gubernur menyatakan telah melihat lokasi tersebut, dimana pemiliknya juga memberikan restu. BKSDA akan terlibat dalam membimbing pembangunan tempat penangkaran atau penampungan sementara untuk Buaya Riska di lokasi tersebut, dengan fokus pada keamanan.

Akmal Malik menjelaskan bahwa di lokasi ini akan diwujudkan sebuah ikon wisata berbasis lingkungan dengan konsep 'on stop tourism'. Tempat tersebut tidak hanya akan menjadi rumah bagi Buaya Riska, tetapi juga menawarkan pemandangan menakjubkan dari hutan mangrove untuk para wisatawan.

Mengenai biaya pembangunan, Akmal Malik menyatakan bahwa mereka akan menyusun skema pembiayaan bersama, dengan BKSDA Kaltim menjadi sektor yang memimpin.

Baca Juga: Antrean Kendaraan di SPBU Samarinda dan Balikpapan Mereda? Kebijakan Terbaru Dikeluarkan!

Tak hanya itu, Pj Gubernur juga berharap agar masyarakat tidak lagi terlibat dalam perdebatan seputar Buaya Riska. Ia menekankan niatan pemerintah untuk menyediakan lokasi ideal sebagai fasilitas objek wisata berbasis lingkungan yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

"Dengan rencana ini, kami berharap Bontang atau bahkan Kalimantan Timur akan memiliki destinasi wisata yang terkenal. Masyarakat tidak perlu lagi mempermasalahkan soal Riska. Jika merindukan Riska, datanglah ke Bontang, nikmati gammi bawis, dan jelajahi keindahan hutan mangrove," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.