Korea Selatan Masuk dalam Lima Besar Calon Investor Asing Ibu Kota Baru Indonesia

Rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia semakin menarik perhatian investor global. Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) telah mengungkapkan bahwa Korea Selatan, dengan sepuluh surat pernyataan minat (LoI) yang telah disampaikan, masuk dalam lima besar calon investor asing yang tertarik berinvestasi di proyek ibu kota baru Indonesia.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menegaskan bahwa Korea Selatan, bersama dengan Singapura, Jepang, China, dan Malaysia, tergolong dalam negara-negara yang menaruh perhatian besar terhadap investasi di IKN. Lebih lanjut, Agung juga merinci bahwa beberapa perusahaan Korsel seperti LG CNS, Korea Land & Housing Corporation, Samsung C&T, LX International, dan Shinhan Sekuritas Indonesia telah menandatangani LoI yang menunjukkan minat serius mereka untuk berkontribusi dalam sejumlah sektor kunci pembangunan IKN.
Kontribusi Korea Selatan diharapkan pada sektor kota pintar, perumahan, dan infrastruktur konektivitas. Dalam hal ini, teknologi canggih yang dimiliki perusahaan seperti LG CNS dapat diterapkan untuk membangun pusat pengendalian kota pintar yang efisien dalam pemanfaatan energi di wilayah perumahan IKN.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Fokus Infrastruktur dan Transportasi Awal di IKN
Selain itu, perusahaan Korsel juga berfokus pada infrastruktur konektivitas, di mana Daewoo tengah mempelajari kemungkinan membangun terowongan tol bawah laut (immersed tunnel) di IKN. Jika terwujud, infrastruktur ini diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dari Balikpapan ke IKN dari dua jam menjadi hanya 30 menit.
Pemerintah Indonesia juga telah menegaskan bahwa meskipun investor asing menunjukkan minat, proses seleksi tetap dijalankan. Tahapan uji kelayakan, evaluasi oleh konsultan yang ditunjuk, hingga pembukaan tender menjadi bagian dari proses seleksi yang harus dilalui oleh calon investor asing.
Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa peletakan batu pertama pembangunan IKN untuk investasi asing direncanakan pada tahun 2024, setelah upacara HUT Kemerdekaan pada 17 Agustus 2024. Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah fokus pada klaster-klasternya untuk memprioritaskan pengusaha dalam negeri dalam pembangunan proyek ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









