Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bersama Pemerintah Kabupaten Berau, masyarakat lokal, dan lembaga konservasi World Wide Fund for Nature (WWF) berhasil melakukan upaya pemulihan ekosistem terumbu karang di Kawasan Konservasi Kepulauan Derawan dengan metode rock pile.
Proyek pemulihan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat Uni Eropa melalui proyek Ocean Governance. Koordinator Lokasi Konservasi Kepulauan Derawan, Irvan Ahmad Fikri dari WWF Indonesia, menyebutkan bahwa upaya ini dilaksanakan sejak Januari 2021 hingga Desember 2023, menjadi bagian dari serangkaian program perlindungan spesies laut yang terancam, pariwisata bahari yang bertanggung jawab, dan perikanan berkelanjutan.
Dukungan dari kelompok masyarakat lokal, seperti Pokdarwis Sumping Nusa dan Asosiasi Guide Snorkeling Derawan (AGSD), bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim dan Yayasan WWF Indonesia, melakukan pemantauan di lokasi rehabilitasi terumbu karang secara berkala.
Baca Juga: Kunjungan Kehutanan Kalimantan Timur: Evaluasi Program Pelestarian Hutan dan Mitigasi Karbon di Kabupaten Kutai Timur
Hasil pemantauan menunjukkan pertumbuhan signifikan pada struktur rock pile yang diturunkan pada Juli 2022. Pada pemantauan November 2023, pertumbuhan rekrutmen karang pada rock pile mencapai 32,26 koloni per meter persegi, sementara unit kontrol hanya 0,77 koloni per meter persegi.
Rock pile ini akan dikelola oleh pemerintah kampung dan kelompok masyarakat Pulau Derawan. Harapannya, struktur rock pile yang telah dibuat dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata selam alternatif, penelitian, edukasi, dan juga menjadi pendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat.
Irvan Ahmad Fikri menekankan bahwa Kawasan Konservasi Kepulauan Derawan diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan kawasan konservasi yang efektif, tidak hanya di wilayah Kalimantan Timur tetapi juga di tingkat nasional.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Fokus Infrastruktur dan Transportasi Awal di IKN
Menurut Sub Koordinator Konservasi Kelautan dan Perikanan Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Yuliana Nidyasari, kondisi terumbu karang di KDPS memiliki sebagian besar area dalam kategori baik. Namun, upaya rehabilitasi menjadi penting mengingat penurunan luasan terumbu karang yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Melalui upaya rehabilitasi ini, diharapkan Kawasan Konservasi Kepulauan Derawan dapat terus menjadi destinasi pariwisata yang berkelanjutan, mendukung penelitian dan edukasi, serta menjaga keberlangsungan ekosistem laut yang beragam dan kaya di wilayah tersebut.