Pemerintah Tegaskan Fokus Infrastruktur dan Transportasi Awal di IKN

Pemerintah tengah mengalihkan fokus pada pengembangan infrastruktur dasar di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk langkah persiapan kendaraan untuk PNS pada tahap awal pemindahan. Sementara Badan Otorita telah merencanakan jalur sepeda, jalur pejalan kaki, serta penggunaan rangkaian bus untuk mendukung mobilitas masyarakat di IKN pada tahap awal pemindahan di tahun 2024 mendatang.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital, Mohammed Ali Berawi, menegaskan komitmen pembangunan infrastruktur dengan jalan pedestrian, jalur sepeda, hingga penggunaan bus listrik. Fokus utama adalah mengubah paradigma mobilitas masyarakat, menggeser penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum.
"Kami ingin memindahkan orang, bukan kendaraan pribadi. Itu filosofi yang harus kita tanamkan, transporting people," ujarnya dengan keyakinan.
Namun, dalam rencana induk pembangunan IKN 2022-2045 yang dikeluarkan Badan Otorita, pembangunan sistem transportasi massal baru direncanakan pada tahap ketiga, yakni pada periode 2030 - 2034. Sekretaris Jenderal MTI, Haris Muhammadun, menyoroti perlunya revisi pada rencana tersebut. Baginya, pengembangan jaringan transportasi masal harus menjadi prioritas sejak awal untuk mengatasi kemungkinan peningkatan penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan.
"Rencana ini tidak sejalan, pembangunan sistem transportasi angkutan masal di IKN baru direncanakan pada tahap ketiga. Kami merekomendasikan revisi agar sejalan dengan kebutuhan," tegasnya.
Pemerintah bersama Badan Otorita menghadapi tantangan dalam menetapkan prioritas pembangunan infrastruktur dan transportasi awal di IKN. Dalam upaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat membuka era baru mobilitas yang lebih berkelanjutan dan inklusif di Ibu Kota Nusantara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









