Kaltim

Upaya Kaltim dalam Mengendalikan Inflasi: Sekdaprov Sri Wahyuni Berbagi Strategi

Ragil Anggriani | 6 Desember 2023, 19:03 WIB
Upaya Kaltim dalam Mengendalikan Inflasi: Sekdaprov Sri Wahyuni Berbagi Strategi

 

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menjadi narasumber utama dalam sebuah Coaching Clinic dengan tema "Penguatan RB Tematik Pengendalian Inflasi dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri". Acara ini dihelat di Room Uluwatu Bali Convention Center Nusa Dua, Bali, pada Selasa (5/12).

Dalam kesempatan ini, Sri Wahyuni menyampaikan strategi yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menekan inflasi di daerahnya. Meskipun Kaltim bukan penghasil komoditas kebutuhan pokok, Sri Wahyuni menegaskan bahwa upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan pangan, harga yang terjangkau, serta distribusi yang efektif tetap menjadi prioritas.

"Dalam kondisi di mana sebagian besar kebutuhan pangan harus didatangkan dari luar Kaltim, kami tetap fokus untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan," ungkap Sri Wahyuni.

Baca Juga: Percepatan Penurunan Stunting di Kaltim: Pertemuan Strategis Pemerintah dan BKKBN

Ia menyoroti bahwa penyumbang inflasi di Kaltim terutama berasal dari cabai, beras, angkutan udara, perhiasan (emas), serta pertumbuhan daya beli dan perekonomian yang semakin membaik, terutama seiring dengan momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Saat permintaan tinggi, tantangan utama bagi kami adalah memastikan pasokan yang memadai. Ini menjadi fokus kami di Kaltim," ucapnya.

Sri Wahyuni juga memaparkan lima rencana aksi yang menjadi fokus dalam upaya penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, antara lain, perencanaan anggaran, peningkatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi, inovasi, dan peningkatan pengawasan.

Baca Juga: Memunculkan Bakat dan Kesadaran Pemuda untuk Masa Depan yang Lebih Baik

"Pemerintah Provinsi Kaltim telah menetapkan peta jalan pengendalian inflasi untuk tahun 2022-2024. Strategi ini didasarkan pada empat pilar utama, yaitu ketersediaan pasokan pangan, keterjangkauan harga, distribusi pangan, dan komunikasi yang efektif," jelasnya.

Kegiatan Coaching Clinic ini juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, Norzain Akhmad Yani, serta Inspektur II Inspektorat Kemendagri, Ucok Abdul Rauf Damenta. Turut mendampingi Sri Wahyuni adalah sejumlah pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi Kaltim.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.