Kaltim

Bank Indonesia dan Langkah Kaltim dalam Monetisasi Penurunan Emisi Karbon untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Ragil Anggriani | 6 Desember 2023, 18:37 WIB
Bank Indonesia dan Langkah Kaltim dalam Monetisasi Penurunan Emisi Karbon untuk Pertumbuhan Ekonomi Hijau

Dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Seminar Nasional yang mengangkat tema besar tentang potensi monetisasi penurunan emisi karbon di wilayah tersebut. Acara yang digelar di Aula Maratua pada hari Selasa (5/12) ini berhasil menarik perhatian berbagai pihak, menandai komitmen kuat Bank Indonesia dalam mendukung inisiatif hijau di Indonesia.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak terkait, dengan Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, yang mewakili Pj Gubernur Kalimantan Timur, menyatakan bahwa keberhasilan Kaltim dalam program FCPF (Forest Carbon Partnership Facility) tak lepas dari konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi hijau. Muzakkir menekankan pentingnya menjaga lingkungan demi mengurangi gas emisi rumah kaca.

"Indonesia, bahkan ASEAN, telah berhasil menunjukkan bagaimana mengurangi emisi dan deforestasi hutan dengan manajemen lingkungan yang baik," ungkap Muzakkir, menyoroti peran besar yang dimainkan oleh semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, non-pemerintah, hingga perusahaan dan masyarakat dalam mencapai tujuan ini.

Baca Juga: Balikpapan Sebagai Hub IKN: Tantangan dan Persiapan untuk Meningkatkan Lapangan Kerja

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, menjelaskan bahwa seminar ini adalah langkah konkret dalam menindaklanjuti kajian potensi monetisasi penurunan emisi karbon yang dilakukan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan lembaga riset ICRES. Tujuan utamanya adalah mendukung ekonomi dan keuangan berkelanjutan di Kaltim, serta memberikan bimbingan bagi kelangsungan program FCPF-CF.

Acara yang dihadiri oleh para narasumber terkemuka dalam bidang lingkungan ini, termasuk Direktur Lingkungan Hidup BAPENAS, Chairman of the Indonesia Center for Renewable Energy Studies, ESG Consultant, dan ISEI Kaltim, memberikan wawasan mendalam tentang upaya konkret dalam mengurangi emisi karbon sambil mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di wilayah tersebut.

Seminar ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun kolaborasi yang kuat antara sektor publik, swasta, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. Kolaborasi yang terus berlanjut dan disolidkan diharapkan mampu menjaga Kaltim sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi hijau yang signifikan dalam konteks Indonesia dan kawasan ASEAN.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.