Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, IHK digunakan sebagai ukuran perubahan harga komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kenaikan IHK dari Oktober 2023 ke November 2023 naik dari 114,80 menjadi 115,22. Inflasi tahun kalender mencapai 3,06 persen, sementara inflasi tahunan berada di angka 3,30 persen.
"Gabungan IHK di Kaltim mengalami inflasi karena ada peningkatan indeks harga pada enam kelompok pengeluaran," ujar Yusniar pada Jumat (1/12).
Baca Juga: Perusahaan Kaltim Sabet Penghargaan Bergengsi di Ajang Naker Award 2023
Dia merinci bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,00 persen, diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,85 persen. Kelompok transportasi, pakaian, dan perumahan juga mencatat kenaikan harga.
Namun, kelompok kesehatan dan perlengkapan rumah tangga mengalami penurunan indeks harga. Kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan perlengkapan rumah tangga turun 0,17 persen. Kelompok makanan dan minuman di restoran, rekreasi, olahraga, dan pendidikan menunjukkan stabilitas pada bulan tersebut.
Dari 11 kelompok pengeluaran, enam berkontribusi pada inflasi, dengan makanan, minuman, dan perawatan pribadi sebagai penyumbang terbesar. Hanya dua kelompok yang berkontribusi pada deflasi, yaitu kesehatan dan perlengkapan rumah tangga.
"Inflasi Kaltim masih berada pada level rendah dan stabil hingga November. Ini menandakan kondisi inflasi yang tetap terkendali sepanjang tahun ini," tambahnya. Dengan kondisi yang stabil, BPS Kaltim optimistis bahwa angka inflasi tetap berada dalam koridor yang diinginkan, sesuai dengan target nasional.