167 Pegawai Negeri Sipil Kaltim Raih Penghargaan Satya Lancana Karya Satya

Sebanyak 167 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim meraih tanda kehormatan Satya Lancana Karya Satya (SLKS) dalam rangka peringatan HUT ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) pada tahun 2003.
Sri Wahyuni, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, dalam keterangannya di Samarinda, Rabu, menyatakan bahwa pemberian SLKS terbagi dalam tiga kategori, yakni SLKS 30 tahun diberikan kepada 29 orang, SLKS 20 tahun (43 orang), dan SLKS 10 tahun (94 orang). Penyerahan tanda kehormatan ini dilakukan secara simbolis kepada 74 PNS.
"Penyematan SLKS ini adalah hasil dari kriteria, seleksi ketat, dan pemenuhan persyaratan tertentu. Penghargaan ini merupakan hak, namun juga memiliki tanggung jawab moral bagi setiap penerima," ucap Sri Wahyuni usai menyerahkan penghargaan SLKS di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.
Baca Juga: Kejari Samarinda dan Pemkot Setempat Musnahkan Ribuan Barang Bukti dan Barang Rampasan
Sekda juga menyoroti pernyataan Ketua DPP Korpri yang menegaskan adanya tanggung jawab Anggota ASN sebagai bagian dari Korpri yang menerima SLKS.
"Ini bukan semata kebanggaan, tetapi refleksi dari pengabdian yang berkesinambungan selama 30, 20, atau 10 tahun sebagai ASN," ungkapnya.
Menurutnya, lencana SLKS menjadi bukti nyata dari pengabdian serta dedikasi seseorang dalam berbakti di lingkungan birokrasi.
"Saat masih memiliki kesempatan, ASN memiliki tanggung jawab besar dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini bukan hanya sebagai bagian dari pekerjaan, namun juga sebagai contoh teladan bagi masyarakat," paparnya.
Baca Juga: Transformasi Pelayanan Publik: BPS Kaltim Adakan FGD Standar Pelayanan Statistik
Sri Wahyuni menegaskan pentingnya menjaga integritas dan kehormatan setelah menerima penghargaan ini, dengan menghindari perilaku yang dapat mencoreng reputasi ASN.
"Kami berharap penghargaan yang telah diterima tidak tercemar dengan tindakan-tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh ASN. Hal-hal kecil pun dapat merusak perjuangan dan pengabdian yang sudah dibangun bertahun-tahun," tegasnya.
Sebagai gantinya, para ASN diharapkan mampu meninggalkan jejak kebaikan yang membanggakan dan menjadi contoh yang baik di lingkungan kerja serta di mata masyarakat.
"Kami berharap agar mereka menjadi panutan bagi masyarakat, bukan hanya sebagai penerima penghargaan semata," tutup Sri Wahyuni.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









