Pertumbuhan Kredit di Kalimantan Timur: 5 Sektor Utama yang Menggeliat Pasca-Pandemi

Otoritas Jasa Keuangan Catat Pertumbuhan Positif yang Didorong Lima Sektor Kunci Ekonomi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan pertumbuhan kredit/pembiayaan di Kalimantan Timur yang ditopang oleh lima sektor ekonomi utama. Menurut Kepala OJK Kalimantan Timur, Made Yoga Sudharma, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi yang terbesar dengan pertumbuhan mencapai 15,89% (YoY) dan 24,20% (YtD). Ini menandai dorongan luar biasa dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap pertumbuhan kredit di wilayah ini.
"Pulihnya kondisi pasca-pandemi Covid-19 telah mendorong kesehatan dan mobilitas masyarakat, yang pada gilirannya memperkuat sektor perdagangan baik besar maupun eceran," jelas Made dalam keterangan resmi, Senin (27/11/2023).
Sementara sektor pertambangan dan penggalian, meskipun mencatatkan pertumbuhan 8,05% (YoY), mengalami penurunan -7,09% (YtD). Sektor ini umumnya menerima kredit modal kerja dengan jatuh tempo kurang dari dua tahun.
Baca Juga: Kontroversi Janji PKS: Ibu Kota Negara Tetap Jakarta Jika Menang Pemilu 2024
Di sisi lain, sektor pemilikan peralatan rumah tangga dan pinjaman multiguna menunjukkan pertumbuhan sebesar 9,28% (YoY) dan 7,11% (YtD). "Pulihnya kesehatan pasca-pandemi telah meningkatkan daya beli masyarakat, yang tercermin dalam pertumbuhan sektor ini," tambah Made.
Namun, sektor konstruksi mencatat pertumbuhan yang stabil, 0,81% (YoY), meskipun mengalami penurunan -0,83% (YtD). "Kredit di sektor ini cenderung diberikan pada semester pertama 2023 dan diselesaikan pada triwulan III/2023, sehingga pada Oktober 2023 sebagian besar kredit sudah terlunasi," jelasnya.
Sementara sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan mengalami penurunan signifikan sebesar -7,14% (YoY) dan -18,47% (YtD). Made menuturkan penurunan ini disebabkan oleh turunnya harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global, yang membuat petani menunda investasi.
Menurutnya, biaya operasional yang tidak dapat diturunkan membuat petani harus memprioritaskan pengeluaran, termasuk dalam kredit/pembiayaan yang dilakukan. Meski demikian, upaya stabilisasi harga kelapa sawit diharapkan bisa mendorong kembali investasi pada sektor ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









