Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, secara terbuka mengutarakan kritik terhadap proyek-proyek mega infrastruktur seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Food Estate yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo. Melalui Jurubicaranya, Surya Tjandra, Anies menyoroti perlunya evaluasi mendalam terhadap program-program tersebut guna memastikan keadilan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Dalam pembangunan, kita harus memastikan bahwa fokus utama adalah keadilan, di mana dampaknya terhadap rakyat menjadi hal yang diutamakan," ujar Surya dalam percakapan dengan Kantor Berita Politik RMOL pada Minggu (26/11).
Anies Baswedan dan calon wakil presidennya, Muhaimin Iskandar, yang diusung oleh Partai Nasdem, PKS, dan PKB, menegaskan komitmen mereka untuk berkolaborasi dengan rakyat dalam merumuskan kebijakan. Mereka siap menerima masukan dan bahkan kritik terhadap kebijakan yang diusung.
Baca Juga: PLN Meluncurkan Infrastruktur Ketenagalistrikan Berteknologi Tinggi untuk Ibu Kota Nusantara
"Kami akan selalu terbuka terhadap segala masukan dari rakyat. Kita perlu mengkaji ulang tujuan dan strategi proyek-proyek ini, agar menjadi warisan yang berharga bukan bencana yang akan dikenang dalam sejarah," tegas Surya.
Anies Baswedan juga menyampaikan niatannya untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Hal ini diungkapkannya dalam dialog terbuka bersama calon pemimpin bangsa di Edutorium Universitas Muhammadiyah, Surakarta.
Deklarasi kritis Anies Baswedan mengenai proyek-proyek strategis ini menandai pendekatan yang berbeda dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, dengan penekanan pada keadilan sosial serta keterlibatan aktif rakyat dalam pengambilan kebijakan.