Ibu Kota Nusantara (IKN) Menyongsong Konsep Kota Hijau Bersama Industri Ramah Lingkungan

Dalam upaya menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota yang berwawasan lingkungan hijau, Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Eko S A Cahyanto, bersama Pj Bupati Penajam Paser Utara, Makmur Marbun, membahas strategi ketahanan perwilayahan dan akses industri di sekitar IKN.
"Dibutuhkan konsep ekosistem terintegrasi antara industri dan lingkungan sekitar IKN agar menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan," ungkap Eko S A Cahyanto.
Pemerintah tengah melakukan asesmen terkait pengembangan industri yang menjadi bagian dari ekosistem IKN. "Koordinasi ini bertujuan untuk membangun industri yang menyatu dengan konsep ekosistem IKN, dengan memanfaatkan potensi wilayah secara optimal," jelasnya.
Baca Juga: Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Memastikan Pertanian Modern dan Ramah Lingkungan di IKN
Dalam proses ini, pengembangan rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menjadi kunci dalam mengukur potensi daerah sekitar IKN. Berbagai potensi seperti sumber daya alam dan wilayah menjadi bahan evaluasi.
"Industri yang akan dibangun di daerah sekitar IKN diharapkan menjadi bagian integral dari konsep ekosistem hijau yang sedang dikembangkan," ujar Cahyanto.
Keselarasan konsep hijau di IKN tidak hanya berfokus pada produk yang ramah lingkungan, tetapi juga proses produksinya. "Penting untuk memastikan bahwa industri yang hadir di IKN bukan hanya menghasilkan produk hijau tetapi juga menerapkan proses produksi yang ramah lingkungan," tambahnya.
Upaya bersama ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan dan terintegrasi antara lingkungan dan industri, mengarah pada visi IKN sebagai kota berwawasan hijau yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









