Anies Baswedan Kembali Kritik Pembangunan IKN, Desak Pemerataan Pembangunan

Calon Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan, mengulang kritiknya terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, menyatakan bahwa proyek ini berpotensi memicu ketimpangan pembangunan. Menurutnya, Indonesia memerlukan pemerataan dalam pembangunan karena kebutuhan di setiap wilayah berbeda.
Dalam Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jawa Tengah, Anies menyoroti orientasi pembangunan ekonomi yang selama ini hanya berfokus pada pertumbuhan, tanpa memperhatikan pemerataan.
"Pendekatannya berubah, dari pertumbuhan semata-mata, menjadi pemerataan dan keberlanjutan," ungkap Anies, menegaskan pentingnya memperhatikan kebutuhan pembangunan yang berbeda di setiap wilayah Indonesia.
Baca Juga: Pemacu Utama Pengembangan Pariwisata Kaltim Menurut Sekda Sri Wahyuni
Anies menyoroti bahwa kebutuhan pembangunan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Papua sangat beragam. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang memasukkan kebutuhan kawasan dan tidak hanya mengandalkan kebijakan seragam untuk seluruh wilayah.
Dalam konteks ini, Anies mengklaim bahwa dirinya dan Muhaimin Iskandar (Cak Imim) memiliki visi dan misi yang lebih unggul dibandingkan dengan pasangan calon lainnya. Mereka berkomitmen membagi pembangunan berdasarkan sektor dan kawasan untuk memberikan prioritas yang sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.
"Sudah terlalu lama kebijakan kita ini simetris, seakan-akan Indonesia itu homogen. Indonesia itu kebutuhannya bervariasi," lanjut Anies, menegaskan perlunya perubahan pendekatan dalam pembangunan untuk mewujudkan pemerataan yang lebih baik di seluruh wilayah Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









